Masjid Pesantren Darul Mukhlisin jadi ‘benteng’ tahan gelondongan kayu saat banjir bandang Aceh Tamiang

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 23 Desember 2025 | 17:31 WIB
Menyoroti viralnya masjid pesantren yang menahan derasnya arus banjir bandang di Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu (Instagram.com/@tanyoe.acehtamiang)
Menyoroti viralnya masjid pesantren yang menahan derasnya arus banjir bandang di Aceh Tamiang pada akhir November 2025 lalu (Instagram.com/@tanyoe.acehtamiang)

Baca Juga: Bermalam di hutan hingga makan ubi mentah, kisah pilu ibu di Tapanuli Tengah bertahan hidup saat longsor menerjang

Dalam video tersebut, seorang warga menjelaskan bagaimana kayu-kayu besar dari hulu sungai tertahan di area pesantren.

“Di bawah ini masih tinggi, Pak. Di bawah itu masih ada sekitar 10 anak tangga lagi,” ujar warga tersebut.

“Jadi semua kayu ini ditahan sama pesantren ini, Pak. Jadi benteng rakyat di sini,” lanjutnya.

Arie Untung: Satu kampung hampir hilang

Artis sekaligus influencer Arie Untung juga turut mengunjungi lokasi tersebut.

Baca Juga: Modal lampu mobil, warga Desa Pematang Durian Aceh Tamiang gotong royong buka akses jembatan tertimbun lumpur

Melalui akun Instagram @ariekuntung pada 19 Desember 2025, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak banjir bandang di Aceh Tamiang.

“1 kampung hampir hilang di Aceh Tamiang, namun bangunan pesantren ini menjadi benteng penahan banjir kayu,” tulis Arie dalam unggahannya.

Arie mengungkapkan bahwa tumpukan kayu di area pesantren mencapai ketinggian sekitar empat meter.

Ia juga menyinggung pentingnya tanggung jawab pihak-pihak yang diduga melakukan penebangan hutan di wilayah hulu.

Baca Juga: Malam mencekam di Kota Lintang Bawah Aceh Tamiang: Warga tidur di atas balok kayu dan minum air lumpur demi bertahan hidup

“Andai yang menebang mau tanggung jawab merelokasinya, karena mereka sudah mengambil keuntungannya sedang musibahnya dirasakan warga,” ujarnya.

“Kalau melihat ini, aku yakin pemerintah akan marah dan mengambil tindakan kepada mereka,” tandas Arie.

Kisah Pesantren Darul Mukhlisin ini menjadi simbol bahwa di tengah bencana besar, masih ada titik harapan yang menyelamatkan banyak nyawa dan wilayah dari kehancuran lebih parah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X