Dalam video tersebut, seorang warga menjelaskan bagaimana kayu-kayu besar dari hulu sungai tertahan di area pesantren.
“Di bawah ini masih tinggi, Pak. Di bawah itu masih ada sekitar 10 anak tangga lagi,” ujar warga tersebut.
“Jadi semua kayu ini ditahan sama pesantren ini, Pak. Jadi benteng rakyat di sini,” lanjutnya.
Arie Untung: Satu kampung hampir hilang
Artis sekaligus influencer Arie Untung juga turut mengunjungi lokasi tersebut.
Melalui akun Instagram @ariekuntung pada 19 Desember 2025, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak banjir bandang di Aceh Tamiang.
“1 kampung hampir hilang di Aceh Tamiang, namun bangunan pesantren ini menjadi benteng penahan banjir kayu,” tulis Arie dalam unggahannya.
Arie mengungkapkan bahwa tumpukan kayu di area pesantren mencapai ketinggian sekitar empat meter.
Ia juga menyinggung pentingnya tanggung jawab pihak-pihak yang diduga melakukan penebangan hutan di wilayah hulu.
“Andai yang menebang mau tanggung jawab merelokasinya, karena mereka sudah mengambil keuntungannya sedang musibahnya dirasakan warga,” ujarnya.
“Kalau melihat ini, aku yakin pemerintah akan marah dan mengambil tindakan kepada mereka,” tandas Arie.
Kisah Pesantren Darul Mukhlisin ini menjadi simbol bahwa di tengah bencana besar, masih ada titik harapan yang menyelamatkan banyak nyawa dan wilayah dari kehancuran lebih parah.***
Artikel Terkait
Kehilangan rumah akibat banjir, bocah pengungsi Aceh ini tak minta mainan: Aku mau ngaji
Kekuatan media sosial satukan ibu dan anak yang terpisah usai banjir Aceh
Viral kebaikan pengungsi Aceh, berbagi rambutan untuk relawan di tengah musibah
Viral air banjir Aceh Tamiang diduga bercampur solar, warga temukan lapisan minyak mengambang
Jalan kaki 9 jam demi sembako, kisah ibu di Tapanuli Tengah buka wajah buram distribusi bantuan bencana
Warga Desa Simaninggir Tapteng rela lewati jalanan hutan yang curam dan licin demi menjemput bantuan
Warga Aceh di tengah banjir tunjukkan solidaritas untuk Gaza, ungkap kesedihan yang lebih besar