Pengungsi Aceh jamui relawan dari dapur umum, kisah berbagi di tengah duka banjir bikin haru

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 15 Desember 2025 | 17:59 WIB
Momen pengungsi di Aceh membagikan makanan dari dapur umum kepada relawan. (Instagram/megiirawann-bayugawtama)
Momen pengungsi di Aceh membagikan makanan dari dapur umum kepada relawan. (Instagram/megiirawann-bayugawtama)

Baca Juga: Gotong royong warga bangkitkan harapan, Kang Rey resmikan rumah layak huni korban kebakaran di Ciasem

Ia mengaku terharu melihat sikap warga Aceh yang tetap menjamu relawan meski berada dalam situasi sulit.

“Hebatnya warga Aceh, sesulit apa pun masih menjamu kami para relawan,” tulisnya.

Ia bahkan mengungkapkan rasa tidak enak hati saat menyantap makanan tersebut, karena merasa seharusnya relawanlah yang lebih banyak memberi bantuan.

Pengakuan relawan itu dijawab lugas oleh salah satu pengungsi yang bertugas di dapur umum.

“Bapak tolong kami, kami pun berterima kasih. Cara kami berterima kasih ya seperti ini,” ucap pengungsi tersebut.

Baca Juga: Tak perlu pikir biaya, Pemkab Subang jemput bola tangani dua penderita tumor di Ciasem

Kisah ini memperlihatkan bahwa bagi para pengungsi, berbagi bukan soal kelimpahan, melainkan bentuk rasa syukur dan penghargaan atas kepedulian sesama.

Update korban banjir dan longsor di Sumatera

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru bencana banjir dan longsor di Sumatera.

Hingga Minggu, 14 Desember 2025, ditemukan 66 jenazah tambahan, terdiri dari 33 korban di Aceh, 19 di Sumatera Utara, dan 14 di Sumatera Barat.

Dengan temuan tersebut, total korban meninggal dunia kini mencapai 1.016 jiwa di tiga provinsi terdampak. Jumlah warga yang masih dinyatakan hilang menurun dari 217 orang menjadi 212 orang.

Baca Juga: Sinyal masih sulit, relawan bantu ibu di Aceh Tamiang video call anak yang kuliah di Yaman: Mamak di sini aman

Adapun jumlah pengungsi saat ini tercatat 624.670 jiwa, menurun dari sebelumnya 654.642 jiwa.

Penurunan ini disebabkan sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau kerabat, meski tetap bergantung pada bantuan logistik dapur umum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X