Ia mengaku terharu melihat sikap warga Aceh yang tetap menjamu relawan meski berada dalam situasi sulit.
“Hebatnya warga Aceh, sesulit apa pun masih menjamu kami para relawan,” tulisnya.
Ia bahkan mengungkapkan rasa tidak enak hati saat menyantap makanan tersebut, karena merasa seharusnya relawanlah yang lebih banyak memberi bantuan.
Pengakuan relawan itu dijawab lugas oleh salah satu pengungsi yang bertugas di dapur umum.
“Bapak tolong kami, kami pun berterima kasih. Cara kami berterima kasih ya seperti ini,” ucap pengungsi tersebut.
Baca Juga: Tak perlu pikir biaya, Pemkab Subang jemput bola tangani dua penderita tumor di Ciasem
Kisah ini memperlihatkan bahwa bagi para pengungsi, berbagi bukan soal kelimpahan, melainkan bentuk rasa syukur dan penghargaan atas kepedulian sesama.
Update korban banjir dan longsor di Sumatera
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru bencana banjir dan longsor di Sumatera.
Hingga Minggu, 14 Desember 2025, ditemukan 66 jenazah tambahan, terdiri dari 33 korban di Aceh, 19 di Sumatera Utara, dan 14 di Sumatera Barat.
Dengan temuan tersebut, total korban meninggal dunia kini mencapai 1.016 jiwa di tiga provinsi terdampak. Jumlah warga yang masih dinyatakan hilang menurun dari 217 orang menjadi 212 orang.
Adapun jumlah pengungsi saat ini tercatat 624.670 jiwa, menurun dari sebelumnya 654.642 jiwa.
Penurunan ini disebabkan sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga atau kerabat, meski tetap bergantung pada bantuan logistik dapur umum.
Artikel Terkait
Akses terisolir tak surutkan aksi kemanusiaan Assyifa Peduli di Sumatera dan Aceh
Pilu korban banjir Aceh Tamiang berteduh di bawah terpal, seorang ibu mengaku tak butuh uang
Susuri pesisir Aceh Utara pasca banjir bandang, Menko Zulhas tegaskan hutan lindung tak boleh dirusak
Lelah makan mi di pengungsian, sepiring nasi Padang jadi 'hari raya' bagi korban banjir Aceh Tamiang
Sinyal masih sulit, relawan bantu ibu di Aceh Tamiang video call anak yang kuliah di Yaman: Mamak di sini aman
Tak perlu pikir biaya, Pemkab Subang jemput bola tangani dua penderita tumor di Ciasem
Tolak uang dan makanan, pengungsi Aceh Tamiang ini hanya minta mukena agar bisa salat