Indonesia nihil terorisme sejak 2023, Kapolri: 8.000 eks Jamaah Islamiyah kembali ke pangkuan NKRI

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 1 Juli 2025 | 16:19 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Instagram.com/@listyosigitprabowo)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Instagram.com/@listyosigitprabowo)

GENMILENIAL.IDKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan klaim bahwa Indonesia berhasil mencapai kondisi zero attack atau nihil serangan terorisme sejak tahun 2023 hingga Juni 2025.

Hal ini dinyatakan dalam sambutannya pada peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Juli 2025.

Polri tetap tegas menjalankan preventive strike sehingga dunia meyakini Indonesia adalah negara aman karena berhasil mewujudkan zero attack sejak 2023 hingga Juni 2025,” ujar Kapolri di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca Juga: Ahmad Dhani unggah kompilasi video, tuding Maia Estianty sebar fitnah soal Mulan Jameela

Menurutnya, pencapaian ini tak lepas dari strategi penanggulangan terorisme yang mengedepankan pendekatan lunak (soft approach), termasuk pembinaan terhadap eks narapidana terorisme (napiter) dan kerja sama aktif dengan para tokoh agama serta masyarakat.

Kapolri bahkan mengungkap, hingga saat ini tercatat sekitar 8.015 eks anggota Jamaah Islamiyah telah mendeklarasikan pembubaran kelompok dan menyatakan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Terkait ancaman terorisme, Polri mengedepankan soft approach melalui deradikalisasi, pembinaan eks napiter, serta bersinergi dengan tokoh agama dan masyarakat, sehingga berhasil mendorong deklarasi pembubaran oleh 8.015 eks anggota Jamaah Islamiyah yang berikrar setia dan kembali ke pangkuan NKRI,” tegasnya.

Baca Juga: Kemenkeu: Penunjukan marketplace jadi pemungut PPh bukan pajak baru

Meski demikian, Sigit menyatakan Polri tetap menjalankan langkah pencegahan secara aktif melalui operasi preventive strike terhadap jaringan teroris yang masih ada.

Ia menambahkan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan fondasi utama pembangunan nasional.

Karena itu, Polri berupaya menjadi problem solver dalam berbagai dinamika sosial, mulai dari konflik masyarakat, potensi bencana, hingga pencegahan terorisme.

“Stabilitas kamtibmas adalah prasyarat pertama pembangunan. Oleh sebab itu, Polri terus berkolaborasi untuk memitigasi bencana alam, menjadi problem solver dalam konflik sosial, serta menanggulangi ancaman terorisme sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” tandas Kapolri.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X