GENMILENIAL.ID — Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi isu pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang kembali mencuat.
Hasto menyatakan bahwa partainya sedang melakukan kajian untuk menilai manfaat dan dampaknya bagi rakyat.
Kajian PDIP soal sistem pemilihan kepala daerah
Hasto menegaskan bahwa kajian ini dilakukan untuk memahami kelebihan dan kekurangan sistem pemilihan kepala daerah, baik melalui DPRD maupun pemilihan langsung.
Baca Juga: Menteri LH Hanif Faisol tindak tegas dugaan kayu gelondongan perparah banjir Sumatera
“PDIP terus melakukan kajian-kajian karena pada prinsipnya, sistem selalu mengandung plus-minusnya. Kita mencari mana yang membawa manfaat bagi rakyat,” ujar Hasto di Bandung, Jawa Barat, Minggu, 7 Desember 2025.
Kepala daerah harus bermanfaat untuk demokrasi dan ekonomi
Menurut Hasto, yang terpenting adalah kepala daerah mampu membawa daerahnya tumbuh dan menghasilkan keputusan politik yang tepat.
Kepala daerah diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengatasi kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan mengatasi ketidakadilan.
Sikap resmi PDIP terkait usulan ini baru akan dibahas dalam rapat kerja nasional pada 2026 mendatang.
Baca Juga: Bahlil pastikan listrik Aceh 93 persen pulih malam ini saat dampingi kunjungan Presiden Prabowo
Pemilihan langsung memiliki beban biaya tinggi
Hasto juga mengakui bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung menimbulkan biaya besar bagi berbagai pihak, termasuk kampanye, penggalangan, dan komunikasi politik.
Beban biaya ini kerap menjadi salah satu faktor yang membuat kepala daerah terjebak masalah korupsi.
Artikel Terkait
Sufmi Dasco tepis isu PDIP gabung kabinet usai pertemuan Prabowo-Megawati
Dituntut 7 tahun penjara, Hasto minta Kader PDIP tetap tenang dan percaya hukum
Apresiasi Fadli Zon soal Hari Kebudayaan Nasional, PDIP: Jangan dikaitkan dengan hari lahir Prabowo
Megawati menangis saat Hasto hadir di Kongres PDIP: Kebenaran pasti menang
Megawati rangkap jabatan Sekjen usai Hasto resmi tak lagi di kepengurusan PDIP
Hasto Kristiyanto kritik proyek kereta cepat Whoosh, pertanyakan prioritas di tengah kebutuhan dasar rakyat
Hasto Kristiyanto sebut Megawati sudah ingatkan Jokowi: Rakyat butuh pendidikan dan pupuk, bukan kereta cepat