Subang kian terdesak industrialisasi, Komisi IV DPR RI tekankan kunci swasembada ada pada rantai pasok padi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 7 Desember 2025 | 18:36 WIB
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di BRMP Tanaman Padi di Subang, Sabtu 6 Desember 2025 (Dok. Istimewa)
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi menerima kunjungan kerja Komisi IV DPR RI di BRMP Tanaman Padi di Subang, Sabtu 6 Desember 2025 (Dok. Istimewa)

BRMP menjadi pusat perakitan benih unggul nasional, komponen yang disebut sebagai induk dari seluruh produktivitas pertanian.

Ia menegaskan bahwa benih adalah modal dasar bagi keberhasilan swasembada. Tanpa inovasi perbenihan, peningkatan produksi mustahil tercapai meski dukungan infrastruktur melimpah.

“Karena induk semua benih ada di sini,” ucapnya tegas.

Komisi IV: Rantai pasok padi kini hadapi ancaman kompleks

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ir. Panggah Susanto, menggarisbawahi bahwa tantangan produksi padi hari ini jauh lebih berat.

Baca Juga: Gubernur Mualem soroti respons BNPB soal bencana Aceh: Evakuasi lambat hingga boat tak berfungsi

Mulai dari perubahan iklim ekstrem, hama yang kian adaptif, penyempitan lahan, hingga tingginya biaya produksi dan ketimpangan pasar yang sering merugikan petani.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut langkah yang lebih progresif dan terintegrasi.

“Tanpa benih unggul, adaptif, dan bermutu tinggi, seluruh upaya peningkatan produksi tidak akan optimal,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya memperkuat kapasitas riset, laboratorium pengujian, hingga rekayasa alsintan agar Indonesia memiliki rantai pasok padi yang benar-benar kokoh dan tidak rapuh oleh gangguan pasar maupun bencana alam.

Baca Juga: Kontroversi 3 Bupati Aceh tak sanggup atasi bencana: Wamendagri anggap wajar, Mualem justru semprot dan buka pintu undur diri

Penyaluran bantuan padi hingga penguatan petani

Dalam acara tersebut, turut dilakukan penyaluran bantuan pangan alokasi Oktober–November 2025 serta bantuan benih padi senilai Rp100.800.000.

Sejumlah pihak strategis seperti Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, PT Sang Hyang Seri, dan Badan Pangan Nasional ikut hadir untuk memperkuat ekosistem pangan nasional.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa di tengah tekanan industrialisasi, Subang tetap menjadi pusat perhatian nasional dalam menjaga swasembada beras Indonesia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X