Berbeda dengan Wamendagri, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem justru memberikan kritik keras.
Ia menilai kepala daerah tidak boleh menyerah dalam menghadapi bencana sebesar apa pun.
Baca Juga: Distribusi bantuan airdrop dikritik, TNI tegaskan evaluasi menyeluruh demi keamanan warga
"Kalau ada bupati yang cengeng dan menyerah menghadapi musibah ini, silakan mengundurkan diri," tegas Mualem di Aceh Timur.
Menurutnya, banjir kali ini merupakan 'tsunami jilid kedua' karena dampak dan cakupan wilayah yang lebih luas dibanding tsunami 2004.
Air bahkan menggenangi rumah warga hingga lebih dari lima hari.
Mualem menegaskan pentingnya kepemimpinan kuat di tengah masa krisis.
"Kita ganti dengan yang lain, yang siap bekerja untuk rakyat," katanya.
Mendagri Tito: Tidak semua bencana bisa ditangani daerah sendiri
Secara terpisah, Mendagri Tito Karnavian menilai bahwa skala bencana harus dipahami sebelum menuntut kemandirian pemerintah daerah.
Ia menyebut tidak semua bencana bisa ditangani kepala daerah secara mandiri.
"Jangan berpikir semua bencana harus kepala daerahnya mandiri. Ada skala-skalanya," ujar Tito.
Ia memaklumi jika bupati menyatakan tidak sanggup, mengingat besarnya bencana yang melanda wilayah Sumatra.***
Artikel Terkait
WALHI ungkap deforestasi masif di Sumatera, 1,4 juta hektare hutan hilang 2016-2024
Guru Subang galang donasi Rp653 juta, Kang Rey tegaskan komitmen lindungi guru
BNPB: 867 korban meninggal dan 521 hilang akibat banjir–longsor di Sumatera
ESDM evaluasi 23 izin tambang di tiga provinsi terdampak banjir-longsor Sumatera
Pergi ke luar negeri saat banjir bandang melanda, Bupati Aceh Selatan dikecam dan kena semprot Mualem
Dikecam publik hingga dicopot Gerindra, Bupati Aceh Selatan disorot usai tinggalkan daerah saat bencana
Gubernur Aceh ungkap pengungsi meninggal karena kelaparan, bantuan tak tembus pedalaman terdampak banjir bandang