Siklon bisa berulang, mitigasi harus diperkuat
Alex mengingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem, seperti siklon tropis yang memicu hujan ekstrem di Sumatera, mungkin kembali terjadi di masa mendatang. Karena itu, mitigasi jangka panjang wajib menjadi prioritas.
“Siklon seperti ini apabila sudah terjadi tentu bisa kita prediksi untuk tahun-tahun depannya mungkin akan terjadi lagi,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan kehutanan yang lebih adaptif dan responsif terhadap risiko ekstrem menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat ketahanan ekosistem.
Fokus saat ini: Memastikan bantuan sampai ke warga
Meski agenda evaluasi tata kelola lingkungan sedang disiapkan, Alex menegaskan bahwa langkah paling prioritas tetap penanganan langsung di lapangan bagi warga terdampak.
Ia menekankan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait harus memperkuat koordinasi agar penyaluran bantuan dan pemulihan berjalan cepat sekaligus diiringi dengan perbaikan kebijakan jangka panjang.
Menurutnya, penanganan darurat dan evaluasi terhadap kerusakan hulu adalah dua pekerjaan besar yang harus dijalankan secara paralel.***
Artikel Terkait
4 Kampung hilang tersapu banjir bandang Aceh, akses darat putus total: Jembatan Bailey dikebut demi jangkau korban
Prabowo tinjau lokasi banjir–longsor di Sumut setelah sepekan, pastikan akses listrik dan logistik segera pulih
Viral video anjing merintih di tengah banjir Medan, warganet sampai haru dan berebut ingin membantu
Mendagri Tito Karnavian: Penjarahan di Sumatera karena warga lapar, pemerintah sudah all out tangani bencana
Basarnas catat 447 korban meninggal akibat bencana Sumatera, ratusan hilang dan korban luka belum tertangani
Kepala BNPB akui salah nilai bencana di Tapanuli Selatan, minta penanganan dipercepat dan soroti pengungsi terlalu lama di tenda
Asrama pesantren di Bireuen ambruk usai banjir bandang, kerugian ditaksir Rp6 miliar, ratusan santri mengungsi