Viral! Minimarket di Tapanuli Tengah dijarah warga, Kepala BNPB ungkap penyebab utamanya

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Minggu, 30 November 2025 | 13:33 WIB
Viral di media sosial aksi penjarahan minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga (Instagram/sumutnusantara)
Viral di media sosial aksi penjarahan minimarket di Tapanuli Tengah dan Sibolga (Instagram/sumutnusantara)

Distribusi terkendala akses dan kapasitas angkut

Lebih jauh, Suharyanto mengakui bahwa distribusi bantuan belum optimal karena keterbatasan kapasitas angkut, terutama di daerah terisolasi.

Ia menyebut situasi di Tapanuli Tengah dan Sibolga mulai kondusif. Namun, beberapa wilayah masih terisolasi akibat jalur Banda Aceh–Lhokseumawe yang belum pulih.

Baca Juga: Pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta keluar dari RS, polisi pastikan kondisinya masih dipantau di rumah aman

“Itu yang beredar di Jakarta justru kejadian di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Di Aceh Tamiang mungkin sama ya, apalagi masih putus. Sehingga terisolir bahasanya,” ungkapnya.

Update bantuan logistik ke Tapanuli Tengah dan Sibolga

BNPB memastikan bantuan sudah masuk, meski jumlahnya masih terbatas.

“Contoh misalnya Kota Sibolga, per sore ini yang sudah bisa didorong ada sembako 200 paket, makanan siap saji 200 paket, tenda pengungsi 1 unit, matras 100 lembar, kasur 20 unit, selimut 100 lembar, pompa, enam HP, genset satu unit, dan perahu satu unit. Itu kota yang belum bisa ditembus lewat darat,” jelas Suharyanto.

Sementara Tapanuli Tengah menerima bantuan dalam jumlah lebih banyak, dan wilayah lain di luar dua daerah itu sudah dapat ditembus darat maupun udara.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X