Distribusi terkendala akses dan kapasitas angkut
Lebih jauh, Suharyanto mengakui bahwa distribusi bantuan belum optimal karena keterbatasan kapasitas angkut, terutama di daerah terisolasi.
Ia menyebut situasi di Tapanuli Tengah dan Sibolga mulai kondusif. Namun, beberapa wilayah masih terisolasi akibat jalur Banda Aceh–Lhokseumawe yang belum pulih.
“Itu yang beredar di Jakarta justru kejadian di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Di Aceh Tamiang mungkin sama ya, apalagi masih putus. Sehingga terisolir bahasanya,” ungkapnya.
Update bantuan logistik ke Tapanuli Tengah dan Sibolga
BNPB memastikan bantuan sudah masuk, meski jumlahnya masih terbatas.
“Contoh misalnya Kota Sibolga, per sore ini yang sudah bisa didorong ada sembako 200 paket, makanan siap saji 200 paket, tenda pengungsi 1 unit, matras 100 lembar, kasur 20 unit, selimut 100 lembar, pompa, enam HP, genset satu unit, dan perahu satu unit. Itu kota yang belum bisa ditembus lewat darat,” jelas Suharyanto.
Sementara Tapanuli Tengah menerima bantuan dalam jumlah lebih banyak, dan wilayah lain di luar dua daerah itu sudah dapat ditembus darat maupun udara.***
Artikel Terkait
Akses banyak terputus, pemerintah siapkan pengiriman bantuan lewat udara untuk bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Presiden Prabowo tegaskan bantuan untuk banjir Sumut, Sumbar, dan Aceh terus dikirim, kendala cuaca jadi tantangan utama
BNPB ungkap 116 korban meninggal akibat banjir bandang Sumatera, Tapanuli Tengah jadi daerah paling parah
TNI kirim 76.500 ton bantuan untuk Sumut dan Aceh, fokus daerah terisolasi hingga penguatan layanan kesehatan
Tragedi banjir bandang di Kabupaten Agam telan 74 korban jiwa, 2.500 warga mengungsi
Medan tetapkan status tanggap darurat banjir hingga 11 Desember, 1.829 warga mengungsi
Korban bencana Sumatera tembus 303 jiwa, BNPB sebut Sumut paling banyak terdampak
Posko dan RS Darurat sudah berdiri, Kemenkes ingatkan munculnya penyakit pascabanjir Sumatera