BNPB ungkap 116 korban meninggal akibat banjir bandang Sumatera, Tapanuli Tengah jadi daerah paling parah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 29 November 2025 | 23:31 WIB
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto (tengah) menyampaikan beberapa perkembangan terkait penanganan bencana di Sumatera Utara (Dok. BNPB)
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto (tengah) menyampaikan beberapa perkembangan terkait penanganan bencana di Sumatera Utara (Dok. BNPB)

GENMILENIAL.ID — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengungkap perkembangan terbaru penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.

Hingga Jumat, 28 November 2025 petang, tercatat 116 korban meninggal dunia dan 42 orang masih dalam pencarian.

Dalam keterangannya, Suharyanto menjelaskan bahwa bencana ini dipicu hujan ekstrem yang dipengaruhi Siklon Senyar dan Siklon Koto, dua sistem cuaca yang memunculkan anomali hujan lebat di Sumatera bagian utara.

Baca Juga: Presiden Prabowo tegaskan bantuan untuk banjir Sumut, Sumbar, dan Aceh terus dikirim, kendala cuaca jadi tantangan utama

“Diguyur hujan sangat lebat karena ada Siklon Senyar dan Siklon Koto. Ini fenomena alam yang jarang terjadi,” ujar Suharyanto.

Tapanuli tengah terdampak paling parah

BNPB menegaskan bahwa Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan kerusakan dan korban paling besar.

Informasi awal yang sempat menyebut Sibolga sebagai daerah terparah tidak terbukti setelah tim gabungan turun ke lapangan.

“Berita awal Sibolga yang parah, ternyata setelah sampai di sini, justru yang parah Tapanuli Tengah,” kata Suharyanto.

Baca Juga: Akses banyak terputus, pemerintah siapkan pengiriman bantuan lewat udara untuk bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sejumlah kecamatan di Tapanuli Tengah mengalami kerusakan berat pada rumah warga, fasilitas umum, serta akses transportasi.

Proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung intensif.

Starlink diaktifkan untuk komunikasi darurat

Untuk mengatasi putusnya jaringan komunikasi, BNPB mengaktifkan Starlink di berbagai titik terdampak sebagai jalur koordinasi darurat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X