Aktivitas penambang pasir maupun warga dilarang keras berada dalam radius 20 kilometer dari arah tenggara hingga selatan.
Sebelumnya pada Rabu 19 November 2025, Semeru sempat melepaskan awan panas sejauh 5,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan, Lumajang.
Kolom abu pekat membumbung tinggi ke barat laut–utara, membuat warga panik dan bergegas menuju zona aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melaporkan, amplitudo erupsi mencapai 40 milimeter dengan durasi 16 menit 40 detik.
Baca Juga: Sudah 20 tahun swadaya, warga RW 14 Sukamelang desak perbaikan Jalan Terminal-Pramuka
Kondisi kritis inilah yang menjadi alasan utama status Semeru tetap berada pada Level IV (Awas).
PVMBG menegaskan warga tidak boleh memaksakan diri memasuki zona terlarang demi menghindari lontaran batu pijar dan potensi aliran lahar dingin yang bisa muncul tiba-tiba.***
Artikel Terkait
Gunung Ruang kembali erupsi, PVMBG naikan level dari siaga ke level awas
Mengintip sejarah letusan puncak berapi kembar di NTT yang kembali erupsi pada Kamis, 7 November 2024: Tingginya lebih dari 1.500 mdpl!
Di sela kunker di AS, Prabowo gelar rapat via vicon respons cepat erupsi Gunung Lewotobi
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi dahsyat, kolom abu capai 19 ribu meter
Gunung Marapi erupsi, kolom abu capai 1.600 meter dan warga diminta jauhi radius 3 km
IFG Labuan Bajo Marathon 2025 resmi ditunda, erupsi Lewotobi jadi alasan utama
Status Semeru naik ke Level IV Awas: Awan panas beruntun, guguran lava kian intens