Ia menilai langkah itu membuat proses reformasi terkesan tidak dilakukan secara penuh.
“Kondisi ini jadi kayak ada reformasi setengah hati,” kata Sri Radjasa.
Soroti dugaan intervensi di audiensi ijazah Jokowi
Sri Radjasa juga menyinggung peristiwa walk out Roy Suryo cs saat audiensi di STIK-PTIK, Jakarta Selatan, pada 19 November 2025.
Menurutnya, para petinggi Polri yang duduk dalam komisi reformasi turut memengaruhi keputusan Jimly Asshiddiqie dalam forum tersebut.
“Kelihatan sekali ada intervensi para petinggi Polri kepada Jimly untuk tidak menghadirkan Roy Suryo cs dengan alasan status tersangka,” tegasnya.
Baca Juga: Longsor Banjarnegara: 10 Korban tewas, 18 masih hilang, evakuasi terkendala longsoran susulan
Ia menyebutkan nama Tito Karnavian dan Listyo Sigit sebagai figur yang menurutnya memiliki pengaruh besar dalam dinamika audiensi tersebut.
“Ini ada tekanan. Terutama di situ ada Tito, Sigit juga ada. Jadi semacam ada kekhawatiran,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Yusril Ihza Mahendra: Nasib Komisi Reformasi Polri tergantung keputusan Presiden
Mahfud MD soroti titik lemah Polri di penegakan hukum, tegaskan reformasi harus beri hasil dalam 3 bulan
Komisi Reformasi Polri bakal tambah anggota, Jimly ungkap sosok perempuan pilihan Presiden Prabowo
Kapolri masuk Komisi Reformasi Polri bentukan Prabowo, Jimly: Jadi jembatan koordinasi cepat antara pemerintah dan Polri
Dedy Tabrani tegaskan reformasi Polri bukan soal institusi, tapi perbaikan aktivitas dan budaya pelayanan
Komisi Reformasi Polri mulai ‘belanja masalah’, ungkap ancaman intervensi politik dan bisnis
Komite Reformasi Polri tolak peserta audiensi berstatus tersangka, Jimly: Kita harus jaga proses hukum