Longsor Banjarnegara: 10 Korban tewas, 18 masih hilang, evakuasi terkendala longsoran susulan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 21 November 2025 | 10:17 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait insiden longsor yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (X.com/@KemenPU)
Menyoroti fakta terkini terkait insiden longsor yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (X.com/@KemenPU)

GENMILENIAL.ID — Insiden longsor besar yang melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Kamis, 20 November 2025, masih menjadi sorotan nasional.

Kekuatan longsoran yang menyapu permukiman warga itu meninggalkan kerusakan berat dan korban jiwa yang terus bertambah.

Hingga Jumat, 21 November 2025 pukul 09.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 10 orang, sementara 18 warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan perkembangan terbaru proses pencarian.

Baca Juga: Kapolres Subang pimpin sertijab pejabat utama: Ini daftar nama Kapolsek dan perwira yang dimutasi

“Atas penemuan ini, jumlah korban meninggal dunia menjadi 10 orang, sementara 18 orang masih dalam pencarian,” ujar Abdul dalam keterangan resminya, Jumat, 21 November 2025.

Suasana duka dan kecemasan menyelimuti para keluarga korban yang terus menunggu kabar dari tim penyelamat.

Sementara itu, posko pengungsian dipenuhi warga yang selamat namun masih diliputi trauma.

Menurut data awal, longsor ini menyebabkan 7 warga terluka, 48 rumah roboh atau hilang, 195 rumah terdampak, dan 934 jiwa mengungsi ke sejumlah titik aman yang disiapkan pemerintah.

Baca Juga: Prioritaskan warga lokal, Kang Rey pastikan rekrutmen Vinfast 5.000 karyawan bebas pungli

700 Personel dikerahkan, evakuasi dihadang hujan dan longsor susulan

Upaya pencarian dilakukan dengan pengerahan sekitar 700 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Peralatan seperti alkon, anjing pelacak, hingga alat berat ikut diterjunkan.

Namun, kondisi medan membuat proses evakuasi berlangsung lambat.

“Ada potensi longsor susulan akibat hujan, kubangan air di area longsoran, serta aliran mata air yang terus mengalir, sehingga memperlambat proses evakuasi,” jelas Abdul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X