GENMILENIAL.ID — Program Saba Desa yang digulirkan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi atau Kang Rey bukan sekadar agenda blusukan.
Sejak pertama kali menjabat pada Februari 2025, program ini menjadi instrumen strategis untuk mengawasi pelayanan publik, menyerap aspirasi, sekaligus mengontrol langsung pelaksanaan pembangunan di tingkat desa dan kecamatan.
Berbeda dari kunjungan seremonial pada umumnya, Saba Desa dikemas sebagai dialog dua arah antara Bupati dan warga.
Baca Juga: Mahfud MD: Penarikan Polri dari jabatan sipil tak perlu tunggu PP baru, putusan MK sudah mengikat
Aspirasi disampaikan langsung tanpa perantara, termasuk keluhan soal infrastruktur, bantuan sosial, kesehatan, hingga kualitas layanan pemerintahan.
Saba Desa jadi mekanisme kontrol layanan publik
Kang Rey menegaskan bahwa Saba Desa dirancang sebagai jembatan pengawasan.
Pemerintah daerah dapat melihat kondisi riil pelayanan di bawah, mulai dari kinerja aparatur, kebutuhan prioritas, hingga akuntabilitas setiap proyek pembangunan.
“Saba Desa merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan publik yang dekat dan bermakna,” kata Kang Rey.
Baca Juga: Warga Simpar Sumringah jalan Kunir–Sukadana mulai diperbaiki: Terima kasih untuk Bupati Subang
Dalam setiap kunjungan, Bupati Subang selalu menekankan peningkatan standar pelayanan di tingkat desa dan kecamatan.
Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus membawa rasa nyaman bagi masyarakat, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun kualitas layanan publik.
Diisi kegiatan sosial hingga evaluasi pembangunan
Saba Desa juga dilengkapi berbagai kegiatan seperti penyaluran bantuan program Ngabret Nyaah Ka Indung, khitanan massal, hingga santunan untuk anak yatim.
Artikel Terkait
28 BUMN kolaborasi wujudkan komitmen hijau lewat program olah sampah di Likupang
Kecelakaan beruntun di Banyumanik Semarang: Truk diduga alami rem blong, 3 kendaraan terguling dan tutup jalan
Serapan anggaran program Makan Bergizi Gratis capai 61 persen, BGN prediksi butuh tambahan Rp29,5 triliun
Kang Rey gaspol! Targetkan seluruh jalan Subang ‘leucir’ pada 2027 usai resmikan ruas Cipancar 1,1 km
Ribuan warga padati ruwat bumi Wanajaya, Kang Akur singgung soal jalan dan arah pembangunan 2027
Dana transfer dipangkas Rp361 miliar, Subang tetap genjot pembangunan jalan di RAPBD 2026
Warga Simpar Sumringah jalan Kunir–Sukadana mulai diperbaiki: Terima kasih untuk Bupati Subang