Said Didu sebut Prabowo pasang badan untuk Whoosh: Tanggung jawab atau salah tafsir publik?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 7 November 2025 | 13:23 WIB
Said Didu soroti pernyataan Presiden Prabowo soal tanggung jawab pada Whoosh (Tangkapan layar YouTube Forum Keadilan TV)
Said Didu soroti pernyataan Presiden Prabowo soal tanggung jawab pada Whoosh (Tangkapan layar YouTube Forum Keadilan TV)

 

GENMILENIAL.ID – Pengamat politik Said Didu menyoroti pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto yang menyebut akan bertanggung jawab atas proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh.

Menurut Said, pernyataan itu memunculkan banyak tafsir di tengah publik, terutama setelah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menegaskan tak ingin memakai dana APBN untuk membayar utang proyek tersebut.

“Puncaknya kemarin Presiden Prabowo bilang ‘tidak ada yang salah di kereta cepat ini dan saya akan ambil tanggung jawab’. Kira-kira begitu,” ujar Said Didu dalam podcast bersama Indra J. Piliang, di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis 6 November 2025. 

Baca Juga: Banyak anak SD alami gangguan penglihatan, PKK Subang gerak cepat bagikan 1.000 kacamata

Said menilai, pernyataan Prabowo itu menjadi titik balik perbincangan publik soal Whoosh yang sempat memanas dalam beberapa bulan terakhir.

Banyak tafsiran soal pernyataan Prabowo

Menurut Said, pernyataan tanggung jawab dari Presiden memunculkan dua tafsiran besar di publik.

“Tafsiran publik lebih banyak menyatakan bahwa Prabowo betul-betul mau pasang badan terhadap kesalahan-kesalahan Joko Widodo,” katanya.

Namun, tafsiran lain menyebut langkah Prabowo adalah bentuk tanggung jawab kepala negara terhadap program pemerintahan sebelumnya.
'Itu normal saja,' imbuhnya.

Baca Juga: Rocky Gerung sentil Menkeu Purbaya soal dana pemda di bank: Sanksi kepala daerahnya, jangan potong anggarannya

Selain itu, Said juga menilai pernyataan Prabowo bisa ditujukan untuk menenangkan pihak China dan PT KAI (Persero) yang sempat khawatir dengan kondisi finansial proyek Whoosh.

“Mungkin juga untuk menenangkan Dirut Kereta Api agar tidak memikirkannya karena itu urusan negara,” ucapnya.

Disebut bertentangan dengan sikap Menkeu Purbaya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X