'Purbaya Effect': Pengamat sebut Menkeu baru jadi faktor utama kenaikan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 4 November 2025 | 18:34 WIB
Pengamat menyebut Menkeu Purbaya berpengaruh untuk kepuasan publik pada pemerintahan Presiden Prabowo (Instagram/menkeuri)
Pengamat menyebut Menkeu Purbaya berpengaruh untuk kepuasan publik pada pemerintahan Presiden Prabowo (Instagram/menkeuri)

GENMILENIAL.ID – Fenomena 'Purbaya Effect' menjadi sorotan baru dalam dunia politik dan ekonomi Indonesia setelah hasil survei Great Institute menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 85,8 persen.

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, menyebut tingginya kepuasan publik tidak hanya disebabkan oleh kebijakan Presiden Prabowo, tetapi juga pengaruh kuat dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilai mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi nasional.

“Mungkin orang jadi terpesona dengan Prabowo yang punya menteri baru. Ini yang saya sebut sebagai ‘Purbaya Effect’,” kata Syahganda dalam podcast di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Selasa, 4 November 2025.

Baca Juga: OTT Gubernur Riau, Puan Maharani minta pejabat daerah introspeksi: Jangan lagi terulang

Purbaya Effect dan kinerja ekonomi

Menurut Syahganda, sejumlah kebijakan cepat dan komunikatif dari Purbaya, termasuk suntikan dana Rp200 triliun ke bank Himbara untuk koperasi Merah Putih, berpengaruh signifikan terhadap persepsi positif publik.

“Kalau uangnya sudah turun, hasil survei bisa lebih tinggi lagi. ‘Purbaya Effect’ ini besar sekali dalam menaikkan kepuasan publik pada Prabowo,” jelasnya.

Data Great Institute menempatkan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri dengan kinerja terbaik dengan skor 826, jauh di atas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di posisi kedua dengan skor 155.

“Nomor satu Purbaya dan itu jauh sekali dengan nomor dua. Dia menjadi fenomenal sekarang,” tegas Syahganda.

Baca Juga: Presiden Prabowo tegas ambil tanggung jawab soal Whoosh: Jangan dipolitisasi, Indonesia bukan negara sembarangan

Survei fokus ke Prabowo, bukan Gibran

Dalam kesempatan yang sama, Syahganda menjelaskan bahwa survei Great Institute hanya mengukur kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo, tanpa melibatkan nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

“Saya meyakini ada negative effect kalau Wapres dimasukkan. Karena itu survei hanya fokus ke Prabowo, dan hasilnya bisa mencapai 85,8 persen,” katanya.

Konsistensi sikap politik dan diplomasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X