Menurutnya, arah tudingan kini mengarah ke mantan Menteri BUMN Rini Soemarno yang kala itu menjadi pihak penanggung jawab proyek.
Baca Juga: Kades Jabong marah karena Bupati Subang tak hadir di Ruwat Jagat: Tolong media viralkan saya!
“Ini sudah agenda cuci tangan, lalu mencari kambing hitam. Siapa? Ya, pemilik proyek saat itu, yaitu Kementerian BUMN di bawah Rini Soemarno,” ucap Anthony.
KPK klaim sudah bergerak
Sementara itu, KPK memastikan telah melakukan langkah penyelidikan terkait dugaan mark up proyek Whoosh.
“Kami tidak menunggu, kami juga mencari informasi,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Jakarta, Selasa, 21 Oktober 2025.
KPK berjanji akan menindaklanjuti setiap temuan yang berpotensi terkait tindak pidana korupsi. Sebelumnya, Mahfud MD juga membeberkan adanya lonjakan biaya proyek yang dianggap tak wajar.
“Di Indonesia biayanya 52 juta dolar AS per kilometer, sementara di China hanya 17–18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat, itu mark up, harus ditelusuri siapa pelakunya,” ujar Mahfud dalam podcast di kanal Mahfud MD Official, 14 Oktober 2025.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan pihaknya membuka ruang bagi siapa pun, termasuk Mahfud MD, untuk melaporkan dugaan tersebut dengan data dan dokumen pendukung.
“Kalau Pak Mahfud punya informasi dan bukti, kami siap menindaklanjutinya,” ujar Setyo, 16 Oktober 2025.***
Artikel Terkait
Danantara targetkan negosiasi utang Whoosh rampung 2025, Menkeu Purbaya tegaskan tak akan ikut ke China
Mahfud MD soroti dominasi pihak China di proyek Whoosh: Saham Indonesia 60 persen, tapi jabatan strategis dikuasai ekspatriat
Dilema Whoosh: Transparansi kontrak, utang membengkak, dan opsi restrukturisasi jadi jalan tengah
Wariskan Whoosh dengan utang Rp116 triliun, Jokowi tegaskan: Transportasi umum tak diukur dari laba
Mahfud MD siap dipanggil KPK soal dugaan mark up Whoosh: Kalau nggak punya uang ya dinegosiasikan
KPK masih telaah awal dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh, Ketua Setyo Budiyanto: Saya belum cek
Anthony Budiawan: Proyek Whoosh bukan sekadar soal utang, tapi dugaan pemufakatan jahat dan mark up anggaran