Modus pelecehan di balik permintaan maaf
RD menuturkan, pelaku sering memanfaatkan momen permintaan maaf untuk melakukan tindakan tak pantas.
“Habis marah-marah, dia minta maaf kayak anak kecil. Dipegang-pegang saya, dipojokin, saya cuma bisa lindungi badan saya,” katanya.
Tak hanya itu, pelaku juga sempat menelepon korban dan meminta agar tidak mengenakan kerudung saat bekerja.
“Dia bilang, ‘Senin gak usah pakai kerudung dong’. Saya langsung matikan teleponnya,” ungkap RD.
Baca Juga: KDM sidak ke pabrik Aqua di Subang, temukan sumber air dari sumur bor kedalaman 132 meter
Tuntut keadilan dan perlindungan di tempat kerja
RD berharap laporannya segera diproses dan pelaku mendapat sanksi tegas.
“Saya dan keluarga tidak terima atas perlakuannya. Saya berharap tidak ada lagi korban seperti saya,” ujarnya.
Kasus ini menambah panjang daftar kekerasan dan pelecehan di ruang kerja pelayanan publik.
Publik kini mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku, sekaligus memastikan ruang kerja pemerintah menjadi tempat yang aman dan profesional bagi seluruh pegawai.***
Artikel Terkait
Kritik pedas dr. Tan Shot Yen soal MBG: Dari SPPG yang bermasalah hingga tuntutan transparansi anggaran
11 Siswa SD di Subang diduga keracunan usai santap MBG, Bupati janji perketat pengawasan SPPG
Ketua Banggar DPR usul kantin sekolah jadi dapur MBG, soroti beban berat SPPG dan kasus keracunan
Kisruh program Makan Bergizi Gratis: Dapur SPPG Panakkukang diduga tutup karena patokan Rp6.500 per porsi
BGN dan BPOM beberkan biang kerok kasus keracunan MBG, SPPG disebut langgar SOP hingga minim sertifikat higienis
Menu MBG Depok viral disebut minim gizi, SPPG ungkap alasan dan BGN lakukan sidak
Polres Subang gelar uji coba dan pengecekan SPPG, pastikan kualitas dan keamanan pangan MBG