Jalan panjang nelayan tradisional Subang dalam jerat kemiskinan struktural

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:26 WIB
Mohammad Rizky, kader Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Mandiri Subang
Mohammad Rizky, kader Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Mandiri Subang

Dari sisi sosial, anak-anak nelayan sering kali terpaksa putus sekolah untuk membantu orang tua. Kondisi ini membatasi mobilitas sosial mereka dan membuat kemiskinan berlangsung turun-temurun.

Tantangan lingkungan pesisir

Persoalan lingkungan seperti abrasi, pencemaran laut, hingga berkurangnya populasi ikan akibat penangkapan berlebih juga memperburuk kondisi.

“Kerentanan semakin tinggi karena akses terhadap bantuan sosial maupun kebijakan pemerintah masih terbatas,” tegas Rizky.

Baca Juga: DPRD Subang bahas RAPBD 2026, penurunan dana transfer pusat jadi sorotan utama

Dorongan solusi untuk Pemda Subang

Rizky menekankan perlunya intervensi kebijakan daerah agar nelayan bisa keluar dari jerat kemiskinan struktural. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  1. Memperkuat infrastruktur perikanan, seperti pelabuhan, cold storage, dan pasar terpadu.
  2. Mengamankan lingkungan pesisir dengan restorasi mangrove dan aturan penangkapan berkelanjutan.
  3. Menyediakan jaminan sosial bagi nelayan kecil, termasuk BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta subsidi bahan bakar.

“Upaya ini bukan sekadar langkah taktis, tapi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X