Wartawan diduga dianiaya saat liput kasus keracunan MBG di Pasar Rebo, polisi diminta usut tuntas

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 1 Oktober 2025 | 00:27 WIB
Ilustrasi - Sejumlah wartawan diduga menjadi korban kekerasan ketika hendak meliput penyajian MBG di SPPG kawasan Pasar Rebo (freepik/freepik)
Ilustrasi - Sejumlah wartawan diduga menjadi korban kekerasan ketika hendak meliput penyajian MBG di SPPG kawasan Pasar Rebo (freepik/freepik)

Baca Juga: Kisruh program Makan Bergizi Gratis: Dapur SPPG Panakkukang diduga tutup karena patokan Rp6.500 per porsi

Prosedur kunjungan jadi dalih?

Sebelumnya, Khairul Hidayati pernah mengingatkan bahwa kunjungan ke dapur SPPG harus melalui prosedur resmi dengan izin BGN.

Aturan ini disebut untuk menjaga ketertiban dan tidak mengganggu proses produksi makanan.

Namun, insiden di Pasar Rebo menimbulkan pertanyaan publik, apakah alasan prosedur bisa dijadikan dalih untuk melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan?

Baca Juga: Wamen ESDM: BBM satu harga jadi simbol pemerataan energi di seluruh nusantara

Program MBG terus diterpa sorotan

Kasus ini menambah panjang kontroversi program MBG. Selain keracunan massal akibat dugaan dapur tidak higienis, kini muncul pula isu keselamatan jurnalis yang tengah meliput.

Publik menilai pemerintah harus memastikan dua hal sekaligus, standar keamanan pangan di dapur MBG dan perlindungan terhadap kebebasan pers dalam mengawasi jalannya program.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X