Kisruh program Makan Bergizi Gratis: Dapur SPPG Panakkukang diduga tutup karena patokan Rp6.500 per porsi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 30 September 2025 | 23:29 WIB
Dapur SPPG Panakkukang ditutup diduga akibat polemik patokan Rp6500 per porsi (indonesia.go.id)
Dapur SPPG Panakkukang ditutup diduga akibat polemik patokan Rp6500 per porsi (indonesia.go.id)

GENMILENIAL.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makassar kembali jadi sorotan setelah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panakkukang 02 resmi dihentikan operasionalnya sejak sepekan terakhir.

Penutupan dapur yang dikelola Yayasan Tangan Fatima Bekerja itu disebut berkaitan dengan patokan harga makanan yang ditetapkan hanya Rp6.500 per porsi.

Harga pagu per porsi jadi sorotan

Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Arifin Gassing, menilai pagu harga tersebut tidak sejalan dengan arahan Presiden.

Baca Juga: Wamen ESDM: BBM satu harga jadi simbol pemerataan energi di seluruh nusantara

“Saya juga tidak mengerti kenapa harus Rp6.500. Padahal jelas petunjuk Presiden lebih besar dari itu,” ujarnya, Senin 29 September 2025.

Dengan harga yang terbatas, penyedia dapur mengaku kesulitan memenuhi standar kualitas makanan sesuai arahan pemerintah pusat.

Puluhan pekerja kehilangan mata pencaharian

Akibat penghentian ini, sekitar 50 pekerja kehilangan mata pencaharian.
Sri Bulan, salah satu tenaga kerja, mengungkapkan dapur sudah berhenti beroperasi sejak beberapa waktu lalu.

Dapur SPPG Panakkukang 02 sebelumnya aktif sejak Februari 2025 dan setiap hari menyiapkan sekitar 3.500 porsi MBG untuk sekolah di Kecamatan Panakkukang.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Protes Hotman Paris bukti kebijakan Rp200 triliun ke Himbara efektif

Ratusan siswa kehilangan akses MBG

Kepala UPT SPF SD Negeri Tamamaung 1, Basora, menyebut 383 siswanya kini tidak lagi menerima distribusi makanan bergizi.

“Kalau datang kita terima, tidak datang mau bagaimana lagi. Kami berharap ke depan kebijakan ini lebih terarah,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X