Tim ini beranggotakan ahli kimia, farmasi, dan tenaga kesehatan.
“Kami bentuk tim sebagai second opinion. Sebelum hasil BPOM keluar, BGN sudah bisa mengidentifikasi penyebab anak-anak sakit,” ungkap Nanik.
Simpan sampel makanan
BGN juga mewajibkan setiap dapur menyimpan sampel makanan selama dua hari di freezer. Langkah ini untuk memudahkan uji laboratorium jika terjadi insiden keracunan.
“Setiap makanan yang dibagikan harus disisihkan sebagai sampel. Kalau ada insiden, sampel itu langsung bisa kami cek di laboratorium,” pungkas Nanik.
Langkah tegas ini diharapkan mampu meredam gelombang kasus keracunan massal sekaligus mengembalikan kepercayaan publik pada program MBG yang sejatinya bertujuan memperbaiki gizi anak bangsa.***
Artikel Terkait
11 Siswa SD di Subang diduga keracunan usai santap MBG, Dinkes kirim sampel ke laboratorium
Kritik pedas dr. Tan Shot Yen soal MBG: Dari SPPG yang bermasalah hingga tuntutan transparansi anggaran
Badai kasus keracunan terpa program MBG di sekolah, kritik menu makanan kian tajam
11 Siswa SD di Subang diduga keracunan usai santap MBG, Bupati janji perketat pengawasan SPPG
Kasus keracunan massal MBG kian meluas: Pakar IDAI ingatkan bahaya dapur massal, sarankan hidupkan kantin sekolah
Menu kearifan lokal MBG jadi sorotan: Kasus ikan hiu di Kalbar hingga kontroversi usulan serangga dari BGN
Insiden keracunan massal di Sumedang, Polri hingga DPR soroti lemahnya pengawasan standar pangan program MBG