Menu kearifan lokal MBG jadi sorotan: Kasus ikan hiu di Kalbar hingga kontroversi usulan serangga dari BGN

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 26 September 2025 | 18:11 WIB
BGN menyebut menu MBG menggunakan kearifan lokal yang sudah biasa dikonsumsi (Instagram/badangizinasional.ri)
BGN menyebut menu MBG menggunakan kearifan lokal yang sudah biasa dikonsumsi (Instagram/badangizinasional.ri)

GENMILENIAL.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait dugaan keracunan siswa SD Negeri 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, setelah menyantap menu ikan hiu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 24 siswa mengalami gejala keracunan usai konsumsi menu yang disebut bagian dari kearifan lokal daerah tersebut.

BGN: Menu lokal bisa dipakai, tapi hati-hati

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa kearifan lokal bisa dijadikan menu MBG sehari-hari.

Baca Juga: Kasus keracunan massal MBG kian meluas: Pakar IDAI ingatkan bahaya dapur massal, sarankan hidupkan kantin sekolah

“Menu apapun itu karena judulnya kearifan lokal. Misalnya wilayah ini paling banyak tongkol, ya dipakai. Kayak hiu, di situ biasa dihidangkan,” kata Nanik di Bogor, Kamis 25 September 2025.

Nanik menyebut ikan hiu sudah dua kali dijadikan menu MBG di Benua Kayong. Namun ia menekankan, jika terbukti menyebabkan keracunan, makanan itu tidak akan lagi digunakan.

Keracunan atau alergi?

Nanik juga menyinggung kemungkinan kasus ini bukan semata keracunan, melainkan alergi pada anak.

“Alergi dan keracunan ini tumpang tindih. Tidak semua hal itu dugaan keracunan, bisa juga alergi seperti udang atau mayonaise,” jelasnya.

Baca Juga: KPK sebut Ustaz Khalid Basalamah saksi kunci korupsi kuota haji 2024, dalami aliran uang percepatan

BGN, kata dia, sudah melakukan pendataan alergi siswa penerima manfaat. Namun ia mengakui kemungkinan ada sekolah yang terlewat dalam pencatatan.

Kontroversi menu serangga

Isu menu kearifan lokal di MBG sebelumnya sempat menuai polemik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X