Prabowo gegerkan sidang PBB: Delapan entakan meja, riuh tepuk tangan delegasi, hingga kelakar Trump

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 24 September 2025 | 19:50 WIB
Menyoroti komentar Presiden AS, Donald Trump (kanan) ke Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) yang berpidato dalam sidang PBB, New York (Instagram.com/@prabowo - @realdonaldtrump)
Menyoroti komentar Presiden AS, Donald Trump (kanan) ke Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) yang berpidato dalam sidang PBB, New York (Instagram.com/@prabowo - @realdonaldtrump)

GENMILENIAL.ID – Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa 23 September 2025, mendadak gemuruh ketika Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato perdananya.

Dengan gaya berapi-api, Prabowo beberapa kali menghentakkan tangannya ke meja mimbar.

Gestur itu sontak memancing riuh tepuk tangan dari para delegasi, bahkan disebut terjadi delapan kali sepanjang pidato.

Baca Juga: Polres Subang ungkap sabu 6 gram: Peringatan bahaya narkoba yang mengincar wilayah lokal

Dalam pidato tersebut, Prabowo menyinggung sejarah panjang Indonesia, penderitaan akibat kolonialisme, hingga komitmen bangsa untuk perdamaian dunia.

Ia menekankan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.

“Saya ingin kembali menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara di Palestina. Kita harus memiliki Palestina yang merdeka,” tegas Prabowo yang kembali disambut tepuk tangan panjang.

Selain isu Palestina, Prabowo juga menyoroti ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga capaian cadangan beras nasional yang mencapai 4 juta ton.

Baca Juga: Perumda Tirta Rangga Subang mantapkan peran strategis: Siap pasok air untuk VinFast

Pidato itu turut menuai respons dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam pertemuan multilateral di Dewan Keamanan PBB, Trump memuji gaya Prabowo.

“Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan luar biasa dengan menghentakkan tangan di meja itu,” ujar Trump.

Tak hanya memuji, Trump juga melontarkan kelakar yang mencairkan suasana.

“Saya berkata, bagaimana kalau harus berhadapan dengan dia kalau ia marah? Tidak mudah,” ucapnya sambil tersenyum.

Baca Juga: Hari Tani Nasional di Subang: Petani tagih kepastian lahan, Pemda janji tak tinggalkan mereka di tengah industrialisasi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X