GENMILENIAL.ID – Kasus dugaan perundungan terhadap siswi MTs di Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), viral setelah video yang memperlihatkan korban berinisial AL dipermalukan teman sekelasnya tersebar di media sosial.
Dalam video itu, jilbab dan pakaian korban dilucuti sejumlah pelaku.
Kasat Reskrim Polres Donggala, Iptu Bayu, menjelaskan insiden berawal dari kesalahpahaman.
Korban dituduh mengadu ke guru soal teman-temannya yang membolos, hingga berujung aksi bullying di kelas.
Baca Juga: Kondisi korban bus maut rombongan nakes Jember di Jalur Bromo, 3 orang pulang, 21 masih dirawat
“Para pelaku menduga korban mengadu kepada guru. Padahal korban hanya menjawab pertanyaan sesuai yang ia ketahui,” jelas Bayu, Senin 15 September 2025.
Kasus ini sempat diselesaikan lewat mediasi restorative justice di Polsek Sindue. Ketiga siswi pelaku bahkan meminta maaf secara terbuka.
Namun, ibu korban kemudian mencabut perdamaian karena tidak menerima insiden yang menimpa anaknya.
Kini, penyidik masih mendalami kasus dengan memeriksa saksi-saksi serta pihak sekolah.
Baca Juga: Kemkomdigi: Pemutaran video Presiden di bioskop bagian dari komunikasi publik pemerintah
Publik semakin tersentuh setelah fakta lain terungkap, korban AL adalah anak yatim yang tinggal bersama nenek dan dua adiknya di Donggala.
Sang ayah meninggal pada 2023, sementara ibunya tinggal terpisah di Kabupaten Parigi Moutong.
Jarak rumah ke sekolah sekitar 4 kilometer ia tempuh dengan berjalan kaki setiap hari.
Kasus ini pun menimbulkan keprihatinan luas, mengingat kondisi korban yang berasal dari keluarga kurang mampu dan masih berjuang untuk tetap bersekolah.***
Artikel Terkait
8 Tips penting untuk orangtua dan guru supaya hindari anak dari perilaku bullying di sekolah
Orangtua perlu tau, ini dampak bullying terhadap psikologis anak
Anaknya terlibat kasus bullying, Vincent Rompies harap bisa diselesaikan secara kekeluargaan
Hadiri pemakaman korban bullying, Kapolres Subang sampaikan belasungkawa yang mendalam dan tegaskan akan mengusut tuntas kasus almarhum A.R
ESAI : Bullying? hindari circle dan lingkungan toxic
Prihatin bullying, SMPN 1 Kasomalang deklarasi anti bullying yang dihadiri ratusan orang tua siswa, guru dan komite sekolah, ini 3 hal yang disepakati
Maraknya kasus bullying, Ketua PGRI Subang: Banyak guru ragu dalam mendisiplinkan siswa, takut dikriminalisasi