Kemkomdigi: Pemutaran video Presiden di bioskop bagian dari komunikasi publik pemerintah

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 16 September 2025 | 18:52 WIB
Kemkomdigi angkat bicara mengenai video Prabowo yang diputar sebelum penayangan film di bioskop (Tangkapan layar YouTube PSI)
Kemkomdigi angkat bicara mengenai video Prabowo yang diputar sebelum penayangan film di bioskop (Tangkapan layar YouTube PSI)

GENMILENIAL.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) angkat bicara soal pemutaran video Presiden Prabowo Subianto di bioskop.

Pemerintah menegaskan bahwa tayangan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan komunikasi publik terkait capaian kerja kabinet.

“Komunikasi publik pada era digital tidak lagi terbatas pada satu kanal. Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan informasi penting tersampaikan secara luas, efektif, dan sesuai perkembangan zaman,” ujar Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, di Jakarta, Senin 15 September 2025.

Baca Juga: Dekatkan layanan kesehatan, PT Dahana gelar pengobatan gratis di Desa Cibalandong

Fifi menambahkan, pemilihan bioskop sebagai medium dianggap wajar karena mampu menghadirkan pengalaman visual dan audio yang kuat.

Dengan demikian, pesan pembangunan dan kebijakan pemerintah dapat diterima lebih utuh oleh masyarakat.

“Konteksnya adalah bagaimana negara hadir dengan informasi yang benar dan terukur. Jadi, ini bagian dari komunikasi publik pemerintah,” jelasnya.

Sebelumnya, Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah sepanjang tidak melanggar aturan dan kenyamanan publik.

Baca Juga: Skandal korupsi haji 2024 rugikan negara Rp1 triliun, nama Ustaz Khalid Basalamah ikut terseret

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi bahkan menegaskan bioskop adalah ruang publik yang sah untuk menyampaikan pesan, termasuk pesan pemerintah.

Video yang ditayangkan sebelum pemutaran film itu memuat capaian Kabinet Merah Putih, antara lain ekspor 1.200 ton jagung, operasional 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga capaian produksi beras nasional sebanyak 21,7 juta ton sampai Agustus 2025.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X