Baca Juga: Polisi ungkap penemuan lima mayat diduga satu keluarga terkubur di rumah wilayah Indramayu
“Kalau Presiden ingin menenangkan masyarakat, jangan terlalu mengandalkan influencer. Perbanyaklah komunikasi lewat media massa,” ujarnya, 1 September 2025.
Selain lebih dipercaya, media juga memiliki standar verifikasi yang membuat informasi lebih aman.
Pengalaman buruk keterlibatan influencer dalam kampanye pemerintah, seperti Omnibus Law dan konser BPIP saat pandemi, menjadi catatan kelam bahwa buzzer rentan menuai blunder.
Pakar politik Hendri Satrio (Hensa) menambahkan bahwa hanya media massa yang dapat menenangkan rakyat.
Baca Juga: Sri Mulyani pastikan tidak ada kenaikan tarif pajak 2026, fokus pada peningkatan kepatuhan
“Media massa lah yang bisa menenangkan rakyat, bukan influencer.” ujarnya.
Dengan sederet kritik, fakta, hingga pengalaman masa lalu, publik kini menunggu langkah Presiden Prabowo.
Sudah saatnya pemerintah meneguhkan kepercayaan rakyat lewat media massa yang kredibel, bukan menyerahkannya kepada influencer yang rawan jadi alat propaganda.***
Artikel Terkait
Polres Subang amankan 129 orang diduga anarko saat aksi unjuk rasa
Kang Rey usai shalat ghaib: Demo Subang jadi contoh, anarkis hanya karena oknum penyusup
Ikuti arahan Prabowo, DPR siap cabut tunjangan rumah Rp50 juta anggota dewan
Mendagri catat kerugian fasum DKI capai Rp50 miliar usai demo, Gedung DPRD di Makassar hingga Jambi rusak
Mendagri Tito Karnavian ingatkan kepala daerah jaga kesederhanaan, hindari flexing di tengah situasi sensitif
Mensos: Presiden siapkan bantuan untuk korban unjuk rasa, disesuaikan dengan kebutuhan keluarga
Ikuti instruksi presiden, Kementerian PU gerak cepat data dan rehabilitasi fasilitas umum rusak