Pakar komunikasi desak pemerintah rangkul media, bukan influencer, untuk jaga kepercayaan publik

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 2 September 2025 | 21:44 WIB
Aksi demo di area Gedung DPR dan MPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 28 Agustus 2025 (Harianterbit.com/Aldi Tsaqif)
Aksi demo di area Gedung DPR dan MPR RI, Jakarta Pusat, pada Kamis, 28 Agustus 2025 (Harianterbit.com/Aldi Tsaqif)

Baca Juga: Polisi ungkap penemuan lima mayat diduga satu keluarga terkubur di rumah wilayah Indramayu

“Kalau Presiden ingin menenangkan masyarakat, jangan terlalu mengandalkan influencer. Perbanyaklah komunikasi lewat media massa,” ujarnya, 1 September 2025.

Selain lebih dipercaya, media juga memiliki standar verifikasi yang membuat informasi lebih aman.

Pengalaman buruk keterlibatan influencer dalam kampanye pemerintah, seperti Omnibus Law dan konser BPIP saat pandemi, menjadi catatan kelam bahwa buzzer rentan menuai blunder.

Pakar politik Hendri Satrio (Hensa) menambahkan bahwa hanya media massa yang dapat menenangkan rakyat.

Baca Juga: Sri Mulyani pastikan tidak ada kenaikan tarif pajak 2026, fokus pada peningkatan kepatuhan

“Media massa lah yang bisa menenangkan rakyat, bukan influencer.” ujarnya.

Dengan sederet kritik, fakta, hingga pengalaman masa lalu, publik kini menunggu langkah Presiden Prabowo.

Sudah saatnya pemerintah meneguhkan kepercayaan rakyat lewat media massa yang kredibel, bukan menyerahkannya kepada influencer yang rawan jadi alat propaganda.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X