GENMILENIAL.ID – Presiden RI Prabowo Subianto resmi menyerahkan 18 nama calon Ketua dan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kepada DPR RI.
Daftar nama tersebut akan dibahas oleh Komisi VII DPR melalui mekanisme fit and proper test untuk menentukan siapa yang layak memimpin lembaga strategis di sektor energi ini.
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, menyebut penyerahan nama ini menjadi langkah awal sebelum parlemen mengambil keputusan.
Baca Juga: Tragedi Affan Kurniawan, Bupati Subang ajak warga jaga kondusivitas daerah
“Bapak Presiden telah menyerahkan 18 nama calon Ketua dan Anggota Komite BPH Migas kepada Komisi VII DPR RI untuk selanjutnya dilakukan fit and proper test,” kata Dadan dalam keterangan resmi, Sabtu 30 Agustus 2025.
Harapan pemerintah
Dadan yang juga Ketua Panitia Seleksi menegaskan, pemerintah berharap proses ini menghasilkan figur-figur terbaik.
“Kami berharap seleksi dapat melahirkan ketua dan anggota BPH Migas yang mampu memperkuat pengawasan distribusi BBM dan gas bumi,” ujarnya.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait janjikan rumah bersubsidi untuk keluarga Affan Kurniawan
DPR RI nantinya akan memilih sembilan nama dari total 18 calon yang diusulkan. Mereka akan ditetapkan sebagai Ketua dan Anggota Komite BPH Migas untuk periode 2025–2029.
Tahapan seleksi
Sebelum masuk ke DPR, panitia seleksi sudah menuntaskan tahap administrasi dan wawancara.
Hasil seleksi tersebut kemudian dilaporkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo, lalu diteruskan ke parlemen.
Posisi ini dianggap krusial karena BPH Migas memiliki peran mengatur penyediaan dan pendistribusian BBM serta pengangkutan gas bumi lewat pipa di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Wow, SKK Migas temukan cadangan gas di Pulau Seram Maluku
PLB Dahana tawarkan banyak keuntungan bagi para pemain migas di Indonesia, salah satunya soal kepastian hukum
Belum ada satu bulan, Dirjen Migas dicopot usai digeledah Kejagung soal kasus dugaan korupsi minyak mentah
Telisik skandal korupsi minyak senilai Rp193 triliun: Sebelumnya Ditjen Migas ESDM digeledah, kini Dirut Pertamina jadi tersangka
Spesifikasi BBM Pertamina berdasarkan Dirjen Migas: Pertamax ada timbal, Pertalite malah tak ada
Pertamina-Pindad luncurkan ILI UT, teknologi ultrasonik inspeksi pipa migas tanpa henti
Puan dukung rencana beli gas LPG 3 kg pakai NIK, pastikan DPR bakal lakukan pengawasan