Abraham Samad diperiksa polisi soal ijazah Jokowi, sebut kasusnya bentuk kriminalisasi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 23:55 WIB
Mantan Ketua KPK Abraham Samad yang hadiri pemeriksaan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi pada Rabu, 13 Agustus 2025 (Tangkapan layar YouTube Abraham Samad SPEAK UP)
Mantan Ketua KPK Abraham Samad yang hadiri pemeriksaan terkait dugaan ijazah palsu Jokowi pada Rabu, 13 Agustus 2025 (Tangkapan layar YouTube Abraham Samad SPEAK UP)

 

GENMILENIAL.ID - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk kepatuhan terhadap proses hukum.

“Saya ingin memberi contoh bahwa kita akan patuh menghadapi berbagai macam panggilan yang sifatnya pro justitia,” ujar Abraham di Polda Metro Jaya, Rabu 13 Agustus 2025. 

Baca Juga: Mentan Amran ajak petani muda bangkit, beber situasi ekspor-impor 5 sektor pertanian

Abraham mengungkap, pemanggilan dirinya terkait konten di kanal YouTube miliknya, berupa podcast yang membahas isu ijazah Jokowi.

Ia mengklaim isi podcast tersebut adalah pemberitaan dan diskusi dengan tujuan edukasi, pencerahan, serta kritik konstruktif.

“Oleh karena itu, apa yang selama ini saya lakukan di podcast dianggap punya nilai pidana, sehingga saya dipanggil. Maka ini adalah bentuk kriminalisasi terhadap pembungkaman kebebasan berpendapat dan berekspresi,” kata Abraham.

Ketua KPK periode 2011–2015 itu menilai pemanggilan tersebut sebagai upaya menyempitkan ruang demokrasi di Indonesia.

Baca Juga: Pasha Ungu bela LMKN di tengah polemik royalti, ajak publik tetap dukung musik lokal

Ia menegaskan, konten podcastnya bukan bersifat hiburan, melainkan membahas isu serius untuk publik.

“Misal aparat hukum ini membabi buta menangani kasus pidana ini, maka saya akan melawannya sampai kapanpun juga. Ini bukan tentang saya, ini nasib seluruh rakyat Indonesia yang mendamba kebebasan berpendapat dan berekspresi,” ujarnya.

Dari 10 orang yang dijadwalkan diperiksa pekan ini terkait kasus tersebut, hanya Abraham Samad yang hadir. Sembilan orang lainnya meminta penundaan pemeriksaan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X