Silfester Matutina diperiksa di Polda terkait ijazah Jokowi, ungkap sempat ditelepon Presiden

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 00:36 WIB
Silfester Matutina, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih yang menjalani pemeriksaan polisi terkait tudingan ijazah palsu Jokowi pada Senin, 4 Agustus 2025 (Tangkapan layar idfood.co.id)
Silfester Matutina, Ketua Umum Solidaritas Merah Putih yang menjalani pemeriksaan polisi terkait tudingan ijazah palsu Jokowi pada Senin, 4 Agustus 2025 (Tangkapan layar idfood.co.id)

GENMILENIAL.ID – Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet), Silfester Matutina, memenuhi panggilan penyidik di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025.

Ia hadir sebagai saksi dalam kasus laporan tuduhan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Hari ini, saya dan Bang Ade diminta datang untuk memberikan kesaksian dalam penyidikan,” ujar Silfester kepada awak media di lokasi.

Baca Juga: Andre Taulany tegas tolak anak jadi saksi dalam sidang cerai dengan Erin

Menurut Silfester, pemeriksaan tersebut berkaitan dengan beberapa dugaan pelanggaran hukum.

“Penyidikan ini mengenai indikasi satu, penghasutan, kedua, pencemaran nama baik, ketiga, fitnah, dan juga pelanggaran atau manipulasi Undang-Undang ITE, yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Silfester juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima panggilan telepon dari Presiden Jokowi sebelum menjalani pemeriksaan.

“Kemarin Bapak (Jokowi) menelepon saya. Beliau menyampaikan bahwa keadaannya baik-baik saja di Solo, bergembira bersama keluarga, dan terus menerima masyarakat,” ungkap Silfester.

Baca Juga: Mensesneg tepis isu Ahmad Muzani gantikan Tito Karnavian jadi Mendagri: Nggak masuk logika

“Ini yang membikin Pak Jokowi bergembira.” sambungnya.

Silfester turut menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tidak percaya terhadap tuduhan ijazah palsu tersebut.

“Memang saat ini kita bergembira ya, karena masyarakat sekitar 74,6 persen tidak mempercayai ijazah Pak Jokowi palsu,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan itu, Silfester didampingi oleh Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu, Ade Darmawan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X