Thailand umumkan darurat militer di perbatasan, KBRI imbau WNI tetap waspada dan lapor diri

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 27 Juli 2025 | 19:52 WIB
KBRI Bangkok beri imbauan baru untuk WNI terkait deklarasi darurat militer di perbatasan Thailand-Kamboja (Instagram/indonesiainbangkok)
KBRI Bangkok beri imbauan baru untuk WNI terkait deklarasi darurat militer di perbatasan Thailand-Kamboja (Instagram/indonesiainbangkok)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Thailand menetapkan status darurat militer di dua provinsi perbatasan, Chanthaburi dan Trat, setelah terjadi eskalasi konflik bersenjata dengan pasukan Kamboja.

Menyusul situasi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak.

Dalam pernyataan resmi pada Sabtu, 26 Juli 2025, KBRI meminta WNI yang berada di Provinsi Chanthaburi dan Trat untuk tetap tenang, mematuhi hukum yang berlaku, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat.

Baca Juga: Anies buka peluang comeback di Pilpres 2029, sinyal duet bareng Ahok?

KBRI juga menekankan pentingnya membawa identitas saat beraktivitas di luar rumah dan terus memantau informasi dari sumber resmi.

“Selalu membawa identitas atau tanda pengenal, meningkatkan kewaspadaan, dan memantau perkembangan kondisi keamanan dari sumber-sumber resmi,” tulis pernyataan KBRI.

Imbauan tersebut juga menyarankan WNI yang telah menetap di Thailand lebih dari enam bulan untuk segera melakukan lapor diri kepada KBRI sebagai langkah antisipatif.

Darurat militer diumumkan pada Jumat, 25 Juli 2025, oleh Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi dan Trat.

Baca Juga: Bangkitkan empati untuk Palestina, Assyifa Peduli ajak yatim nobar film Hayya di puncak Muharram Festival

Terdapat delapan distrik terdampak di Provinsi Chanthaburi, yakni Mueang Chanthaburi, Tha Mai, Makham, Laem Sing, Kaeng Hang Maew, Na Yai Am, dan Khao Khitchakut.

Sementara di Provinsi Trat, distrik yang terdampak adalah Khao Saming.

Pemerintah Thailand menyebut darurat militer diperlukan untuk mempercepat pengambilan keputusan militer dan pengamanan wilayah, setelah laporan menyebutkan pasukan Kamboja telah menerobos tiga titik perbatasan dengan senjata berat.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X