Pesawat Air India mendarat darurat di Thailand akibat ancaman bom, 156 penumpang dievakuasi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 16 Juni 2025 | 18:37 WIB
Pesawat maskapai Air India (X.com/@airindia)
Pesawat maskapai Air India (X.com/@airindia)

GENMILENIAL.ID – Pesawat maskapai Air India dengan nomor penerbangan AI-379 tujuan New Delhi terpaksa melakukan pendaratan darurat di Thailand pada Jumat, 13 Juni 2025, usai menerima ancaman bom.

Menurut otoritas penerbangan Thailand, pesawat yang mengangkut 156 penumpang itu awalnya lepas landas dari Phuket sekitar pukul 09.30 waktu setempat.

Namun saat mencapai wilayah Laut Andaman, pesawat menerima informasi adanya ancaman bom dan memutuskan untuk putar balik ke Thailand.

Baca Juga: Menpora Dito jawab kritik hadiah Rolex untuk Timnas: Prabowo tak pernah bedakan atlet

"Sebanyak 156 penumpang dalam penerbangan AI-379 diselamatkan dari pesawat menggunakan rencana evakuasi darurat," ujar otoritas penerbangan Thailand seperti dikutip dari Reuters.

Belum ada keterangan resmi mengenai siapa yang bertanggung jawab atas teror bom tersebut. Hingga saat ini, proses investigasi masih berlangsung.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah kecelakaan tragis yang menimpa pesawat Air India lainnya, yakni penerbangan AI-171 dari Ahmedabad menuju London, yang jatuh tak lama setelah lepas landas pada Kamis, 12 Juni 2025.

Baca Juga: Isu Qatar dan Saudi jadi tuan rumah Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, AFC diminta transparan

Pesawat AI-171 yang mengangkut 242 orang itu sempat mengirim sinyal darurat 'Mayday' pada pukul 13.39 WIB sebelum hilang kontak dan kemudian ditemukan jatuh.

Kecelakaan tersebut menimbulkan banyak korban jiwa dan hingga kini masih diselidiki oleh otoritas India dan pihak maskapai.

Dua insiden berturut-turut ini membuat maskapai Air India kembali menjadi sorotan publik internasional terkait aspek keselamatan penerbangannya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X