Ia mengingatkan bahwa PWI Jabar sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah untuk bersikap netral selama masa rekonsiliasi berlangsung.
"Seharusnya semua pihak menahan diri, apalagi sudah ada kesepakatan untuk menggelar Kongres Persatuan 30 Agustus mendatang. SC dan OC sudah bekerja," jelasnya.
Karena itu, PWI Jabar meminta Pemkab Indramayu mengkaji ulang kebijakan tersebut dan membuka ruang dialog sebagai solusi terbaik.
“Jika memang ada kebutuhan terhadap gedung tersebut, silakan bicarakan secara terbuka. Jangan sampai langkah ini memantik kegaduhan yang merusak hubungan antara pemerintah dan pers di daerah,” tegas Ahmad Syukri.***
Artikel Terkait
Unit Jatanras Polres Subang tangkap lima terduga pelaku pengeroyokan wartawan
ESAI: Jurnalis, teman ngopi bukan lawan bertarung
Bersiap! CoreLab Promedia ajak mahasiswa kampus UNTIRTA Kota Serang diskusi seputar konten dan dunia jurnalis
BRI Mediapreneur Talks Promedia bakal digelar di Kota Serang, Banten: Bahas tuntas tantangan jurnalis di era digital
Mengenal AJI: Organisasi jurnalis independen yang konsisten kawal kebebasan pers
Mediapreneur Talks Promedia hadir di Banten, ajak jurnalis dan pengusaha media bangun bisnis berkelanjutan berbasis kolaborasi
PWI Ciayumajakuning kecam Pemkab Indramayu: Pengusiran wartawan bukan soal aset, tapi pembungkaman kritik lewat birokrasi