Luka sejarah itu masih mempengaruhi dinamika politik dan militer kedua negara hingga saat ini.
AS klaim mediasi termasuk soal wilayah dan pelucutan senjata
Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, membenarkan bahwa AS telah mengusulkan sejumlah poin penting dalam mediasi damai ini.
Di antaranya soal penghormatan terhadap integritas teritorial, penghentian permusuhan, serta pelucutan senjata dan integrasi kelompok bersenjata non-negara.
“Perjanjian ini juga menyertakan ketentuan pelucutan senjata bersyarat dan larangan terhadap permusuhan berkelanjutan,” jelas Pigott, dikutip dari AP News, Sabtu, 28 Juni 2025.
Tantangan dan keraguan
Meski Trump menyebut inisiatif ini sebagai langkah historis, sejumlah analis menyangsikan keberhasilan upaya damai tanpa melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan lokal dan internasional.
Pasalnya, konflik di wilayah Kongo timur dikenal sarat kepentingan ekonomi, etnis, dan geopolitik yang rumit.
Trump pun belum mengumumkan secara rinci siapa delegasi AS yang akan turun langsung dalam negosiasi damai tersebut, atau kapan dan di mana pertemuan akan digelar.
Namun demikian, langkah AS ini menunjukkan upaya baru Washington untuk memperluas pengaruhnya dalam penyelesaian konflik global, sekaligus memperkuat posisi Trump di tengah tahun politik.***
Artikel Terkait
Amarah Kim Jong Un usai Trump ikut campur konflik Israel-Iran: Langkah AS dinilai sembrono dan langgar piagam PBB
Iran-Israel saling tuduh langgar gencatan senjata, pernyataan Trump jadi sorotan
Politikus Muslim Zohran Mamdani unggul di New York, Trump tanggapi dengan cemoohan
Pasca gencatan senjata, Khamenei muncul dan klaim Iran menang telak atas Israel
Perang Israel-Iran, DPR imbau WNI di wilayah konflik tetap tenang, evakuasi dilakukan bertahap
Iran bantah rencana negosiasi nuklir dengan AS, Menlu Araghchi sebut Washington penuh kontradiksi
WNI ceritakan momen mencekam saat perang Iran-Israel: Setiap malam ada serangan