AS klaim serang program nuklir, bukan negara Iran: Wapres JD Vance sebut tujuan utama adalah perdamaian

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 26 Juni 2025 | 21:45 WIB
Wakil Presiden AS, JD Vance (Instagram/jdvance)
Wakil Presiden AS, JD Vance (Instagram/jdvance)

GENMILENIAL.ID – Di tengah eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan bahwa negaranya tidak sedang berperang melawan Iran sebagai sebuah negara, melainkan terhadap program senjata nuklirnya.

Pernyataan itu disampaikan Vance dalam wawancara dengan NBC News, Minggu malam 22 Juni 2025, menyusul serangan militer Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran: Fordow, Natanz, dan Esfahan.

“Kami tidak menginginkan perang dengan Iran,” ujar JD Vance, seperti dikutip dari laman resmi Gedung Putih, Senin 23 Juni 2025.

Baca Juga: Tragis, tugas dokumentasi bahasa Inggris jadi karya terakhir Ahmad Rifai sebelum tewas tenggelam di Gunung Slamet

Menurut Vance, tujuan utama dari operasi militer tersebut adalah mencegah pengembangan senjata nuklir di Iran.

“Kami sebenarnya menginginkan perdamaian, tetapi kami menginginkan perdamaian dalam konteks mereka tidak memiliki program senjata nuklir,” tambahnya.

Pernyataan ini sekaligus mempertegas arah strategi Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengklaim bahwa serangan udara tersebut telah menghancurkan total fasilitas Fordow, yang selama ini dikenal sebagai pusat pengembangan program nuklir Iran.

Namun, ketika ditanya mengenai tingkat kerusakan fasilitas yang diserang, Vance menolak memberikan konfirmasi spesifik.

Baca Juga: Usai polemik Aceh-Sumut, Wamendagri ungkap 43 pulau di Indonesia masih dalam sengketa wilayah

“Rusak parah versus hancur total, saya tidak yakin apa perbedaannya,” katanya.

Meski demikian, Vance menyatakan keyakinannya bahwa serangan tersebut secara signifikan menunda kemampuan Iran dalam mengembangkan senjata nuklir.

“Kami telah melihat banyak hal. Saya merasa sangat yakin bahwa kami telah menunda secara substansial pengembangan senjata nuklir mereka dan itulah tujuan dari serangan ini,” tuturnya.

Respons Iran: Tidak ada kerusakan serius

Di sisi lain, pihak Iran membantah klaim AS. Anggota parlemen Iran pada Minggu 22 Juni 2025 menyebut bahwa serangan yang melibatkan tujuh pesawat pengebom B-2, yang dilengkapi 14 bom penghancur bunker, tidak menimbulkan kerusakan berarti terhadap situs Fordow.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X