Menhan Israel perintahkan serangan balasan ke Teheran, tuduh Iran langgar gencatan senjata

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 24 Juni 2025 | 23:07 WIB
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (Instagram.com/@katz_israel)
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (Instagram.com/@katz_israel)

GENMILENIAL.ID – Konflik antara Israel dan Iran kembali memanas hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menuduh Iran melanggar perjanjian yang baru diberlakukan dan langsung menginstruksikan serangan balasan intensif ke pusat kota Teheran.

Dalam pernyataan resminya pada Selasa, 24 Juni 2025, Katz menyebut bahwa dua rudal yang diduga berasal dari Iran berhasil dicegat sebelum menimbulkan kerusakan.

Baca Juga: 946 Butir obat terlarang disita di Pamanukan, Polres Subang buru pemasok

“Dua rudal terdeteksi ditembakkan dari Iran, dan rudal itu berhasil dicegah,” ujar Katz seperti dikutip dari media lokal Israel.

Pernyataan itu memicu perintah militer dari Israel untuk melancarkan serangan ke jantung ibu kota Iran sebagai bentuk pembalasan terhadap pelanggaran gencatan senjata.

Sebelumnya, gencatan senjata diumumkan secara sepihak oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui media sosial Truth Social.

Ia menyebut kesepakatan itu sebagai gencatan senjata penuh dan total, yang menandai berakhirnya 'Perang 12 Hari'.

Baca Juga: Perumda Tirta Rangga resmikan kantor pemasaran TRS Water, targetkan 20.000 karton AMDK di tahun pertama

“Gencatan senjata kini berlaku. Tolong jangan dilanggar,” tulis Trump dalam unggahan Selasa, 24 Juni 2025.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran, selain pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyatakan bahwa Iran siap menghentikan serangan jika Israel menghentikan agresinya sebelum pukul 04.00 waktu Teheran.

Israel menilai pernyataan itu ambigu dan tidak menunjukkan komitmen penuh dari Iran, sehingga merespons dengan serangan udara presisi ke beberapa titik strategis di Teheran.

Baca Juga: Sebagian WNI di Iran tolak dievakuasi, Wamen Polkam: Situasi masih disinergikan pemerintah

Ketegangan ini berakar dari eskalasi yang dimulai sejak 13 Juni 2025, setelah Israel meluncurkan agresi militer dan didukung oleh serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran: Isfahan, Natanz, dan Fordow.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X