Istana terima desakan pencopotan Menkes Budi Gunadi, Mensesneg: Kita pelajari dan cari jalan keluar

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 29 Mei 2025 | 16:11 WIB
Menkes dalam konferensi virtual yang membahas tentang perbaikan cara kerja dokter dengan PPDS-nya (Tangkapan layar YouTube Kementerian Kesehatan RI)
Menkes dalam konferensi virtual yang membahas tentang perbaikan cara kerja dokter dengan PPDS-nya (Tangkapan layar YouTube Kementerian Kesehatan RI)

GENMILENIAL.ID - Istana Kepresidenan mengakui telah menerima laporan dan aspirasi publik yang mendesak pencopotan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Desakan ini menguat usai sejumlah guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyuarakan kritik tajam terhadap kinerja sang menteri dalam sebuah forum resmi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah mendengar dan menampung masukan yang datang dari kalangan dokter maupun masyarakat umum.

Baca Juga: Thom Haye: Lawan China bukan balas dendam, tapi pembuktian kualitas tim Garuda

“Nah itu bagian dari evaluasi-evaluasi kita, tentu mendengarkan aspirasi dari masyarakat, terutama masyarakat kedokteran,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 23 Mei 2025.

Menurut Prasetyo, masukan yang diberikan para dokter dan akademisi berasal dari pertimbangan yang matang dan niat baik untuk memperbaiki sistem kesehatan nasional.

“Kami pemerintah sudah menerima itu, baik secara resmi maupun dari media massa. Kita pelajari betul masalahnya apa, kita cari jalan keluarnya,” tuturnya.

Ia juga menyinggung bahwa persoalan serupa pernah terjadi sebelumnya, seperti polemik kolegium di dunia kedokteran.

Baca Juga: ESAI: Gastronomi dan keajaiban Tanah Priangan

Dalam hal itu, menurutnya, pemerintah tetap berpijak pada niat baik dan terbuka untuk perbaikan bersama.

“Ada catatan-catatan dalam prosesnya yang harus diperbaiki. Nah itu mari kita komunikasikan, kita perbaiki bersama,” ujar Prasetyo.

Desakan agar Menkes Budi Gunadi mundur menguat karena dinilai melampaui batas dalam berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat dan mengabaikan profesionalisme di dunia kedokteran Indonesia.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X