GENMILENIAL.ID - Polda Metro Jaya mengamankan 17 orang yang diduga terlibat dalam penguasaan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di kawasan Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan bahwa dari jumlah tersebut, 11 orang diketahui sebagai anggota organisasi masyarakat GRIB Jaya, sementara enam lainnya mengaku sebagai ahli waris atas lahan yang disengketakan.
"Kami mengamankan 17 orang, 11 di antaranya adalah oknum dari ormas GRIB Jaya, dan enam lainnya mengaku sebagai ahli waris," kata Ade Ary di Jakarta, Minggu, 25 Mei 2025.
Baca Juga: PSG kuasai sepak bola Prancis, FFF wacanakan reformasi format Ligue 1
Pengamanan tersebut dilakukan usai BMKG melaporkan adanya penguasaan lahan secara ilegal oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa karcis parkir, atribut ormas, serta senjata tajam.
Sebelumnya, pada Sabtu, 24 Mei 2025, polisi melakukan operasi penertiban di lokasi. Sejumlah bangunan semi permanen yang berdiri di atas lahan BMKG dibongkar.
Bangunan-bangunan itu diketahui disewakan kepada pedagang oleh oknum ormas yang mengklaim sebagai pengelola lahan.
"Mereka memberikan izin kepada beberapa pihak dan memungut biaya secara liar," ujar Ade Ary.
Baca Juga: Timnas U-17 Indonesia satu grup dengan Brasil, Nova Arianto: Bukan grup yang mudah
Ia menegaskan bahwa lahan tersebut adalah aset negara, dan pendirian bangunan maupun pungutan sewa tanpa dasar hukum merupakan pelanggaran.
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sepihak terkait aset negara.
Jika merasa memiliki hak, masyarakat diminta menempuh jalur hukum resmi.
"Apabila ada pihak yang merasa dirugikan, mohon dapat memberikan laporan. Bisa langsung menghubungi 110, itu nomor telepon gratis," pungkas Ade.***
Artikel Terkait
Selain hitungan kerugian negara Rp271 triliun, ini alasan guru besar IPB dipolisikan ormas Bangka Belitung
Pengeroyokan anggota ormas, Polres Subang tetapkan 4 tersangka, AKBP Ariek Indra Sentanu: Tidak pandang bulu, kami tindak tegas
Buntut kasus pembakaran mobil polisi, Dedi Mulyadi bakal panggil ormas se-Jabar demi cegah premanisme
Pasca viral oknum ormas bakar mobil polisi, Dedi Mulyadi justru minta wali kota Depok beri perhatian ke anak-istri pelaku
Ramai insiden pembakaran mobil polisi di Depok: Dedi Mulyadi klaim itu masalah premanisme, bukan ormas kelembagaan
Preman berkedok ormas, pedagang Pasar Induk Kramat Jati setoran Rp1 juta setiap bulan
Nama Budi Arie disebut dalam sidang mafia judi online, ormas Projo: Jangan framing jahat