Baca Juga: ESAI: Jurnalis, teman ngopi bukan lawan bertarung
Berdasarkan informasi dari Bapenda, pajak kendaraan Lexus berpelat D 901 DM kini sebesar Rp35.497.900.
Rinciannya meliputi PKB Pokok Rp21.298.100, Opsen PKB Pokok Rp14.056.800, serta SWDKLLJ Pokok Rp143.000.
Menanggapi sorotan publik, Dedi Mulyadi akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun TikTok pribadinya, @dedimulyadiofficial, pada Senin 21 April 2025.
Ia mengungkapkan bahwa tunggakan tersebut terjadi karena kendaraan tersebut masih dalam masa kredit dan menggunakan pelat nomor Jakarta.
"Mobil itu bernomor Jakarta dan masih kredit, belum lunas. Karena itu masih di bawah kendali leasing, maka pihak leasing sedang memproses untuk mutasi," ujar Dedi dalam unggahannya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menghindari kewajiban pajak, dan akan melunasi seluruh tunggakan setelah proses mutasi kendaraan selesai.
"Dalam proses itu, nanti pada akhirnya seluruh tunggakan di Pemda DKI akan lunas," tegasnya.
Namun demikian, permasalahan ini tetap mendapat perhatian dari anggota DPRD Jawa Barat.
Salah satunya datang dari Taufik Nurrohim dari Komisi III, yang menilai bahwa kepatuhan membayar pajak merupakan tanggung jawab semua pihak.
"Kepatuhan terhadap pajak harus dimulai dari seluruh elemen, termasuk pejabat," kata Taufik, Kamis 24 April 2025 lalu.
Meski demikian, Taufik mengapresiasi klarifikasi yang telah disampaikan Dedi.
Ia berharap proses penyelesaian administrasi tersebut dapat segera dituntaskan agar tidak menimbulkan prasangka negatif di masyarakat.
Artikel Terkait
Pasca viral libur tanpa Izin hingga mobil dinas dipakai mudik Lebaran 2025, 2 kepala daerah Jabar ini kena sentil Dedi Mulyadi
Viral Bupati Ritchie Ismail bawa anak ke kantor, Dedi Mulyadi ikut komentar: Asal jangan bawa selingkuhan
Ingar larangan ngemis sumbangan di jalan, Dedi Mulyadi tegaskan kini jalanan umum wilayah Jabar harus bebas pungutan
Ingar dugaan dokter obgyn lecehkan pasien di Garut, Dedi Mulyadi ke IDI: Cabut izin, jangan lama
Buntut kasus pembakaran mobil polisi, Dedi Mulyadi bakal panggil ormas se-Jabar demi cegah premanisme
Pasca viral oknum ormas bakar mobil polisi, Dedi Mulyadi justru minta wali kota Depok beri perhatian ke anak-istri pelaku
Ramai insiden pembakaran mobil polisi di Depok: Dedi Mulyadi klaim itu masalah premanisme, bukan ormas kelembagaan