Baca Juga: Kekerasan terhadap jurnalis di Subang: Luka fisik dan luka bagi kebebasan pers
Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional.
“Pesan Bapak Kapolres, kami akan bertindak secara profesional berdasarkan fakta yang ada,” ujar AKP Bagus yang didampingi Kanit Jatanras IPDA Tatang Suryaman.
Kelima terduga pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Subang guna mendalami peran masing-masing dalam insiden tersebut.
Sementara itu, aparat terus memburu pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.
Baca Juga: Kekerasan terhadap wartawan, Ketua IWOI Subang minta polisi usut tuntas
Kasus ini menjadi alarm keras bagi perlindungan jurnalis, terutama mereka yang bekerja di lapangan dan kerap bersentuhan langsung dengan kepentingan publik serta kekuatan lokal yang sensitif.
Kejadian di Subang mempertegas bahwa jurnalisme investigasi di daerah masih menghadapi tantangan besar: mulai dari intimidasi, tekanan, hingga kekerasan fisik.***
Artikel Terkait
Bukber dan ngopi perdana pasca dilantik, Kang Rey ajak jurnalis Subang kolaborasi strategis bangun daerah: Ada keluhan masyarakat, tolong sampaikan
Kejanggalan kematian Juwita jurnalis Banjarbaru, warga sekitar curigai tidak ada tanda kecelakaan
Kejanggalan kematian Juwita, jurnalis Banjarbaru jadi perhatian, pihak kepolisian lakukan penyidikan
Curigai meninggalnya jurnalis Juwita, PWI dan AJI desak kepolisian usut tuntas dan siapkan pengacara
Terbongkar, oknum TNI AL diduga habisi jurnalis Juwita di dalam mobil: Berencana dari mau berangkat
Kekerasan terhadap jurnalis di Subang: Luka fisik dan luka bagi kebebasan pers
ESAI: Jurnalis bukan musuh, tapi pilar demokrasi