Luhut ungkap rencana penghapusan BBM subsidi, DPR beri bantahan dan katakan presiden tetap lindungi masyarakat kecil

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 23 Februari 2025 | 23:12 WIB
Rencana penghapusan BBM subsidi dibantah DPR (Instagram.com/pertamina)
Rencana penghapusan BBM subsidi dibantah DPR (Instagram.com/pertamina)

Ia menegaskan bahwa pernyataan Luhut lebih kepada perbaikan skema distribusi subsidi agar lebih tepat sasaran.

"Mungkin usul Pak Luhut, bukan penghapusan subsidi, tapi perbaikan skema agar subsidi tepat sasaran,” jelasnya.

Baca Juga: Telisik kasus dugaan intimidasi Band Sukatani, Polri ungkap bakal transparan usut oknum polisi di Jateng usai lagu ‘Bayar’ ditarik dari peredaran

“Bahkan dalam Raker tahun 2023, Komisi VII dan Menteri ESDM Arifin Tasrif menyepakati penggunaan BBM subsidi terkait pertalite hanya untuk sepeda motor dan angkutan umum. Dan solar hanya diperuntukkan kepada angkutan umum dan angkutan sembako, nelayan, dan petani," ucap Bambang.

Luhut usulkan subsidi BBM dihapus pada 2027

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan keinginannya agar subsidi BBM dihapus pada 2027.

Ia mengklaim telah menyampaikan gagasannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Saya berpikir, saya sampaikan kepada Presiden (Prabowo) tentang ini (penghapusan BBM subsidi). Mungkin dalam waktu dua tahun (2027) kita bisa mencapai (BBM) satu harga," ujarnya dalam Bloomberg Technoz Economic Outlook 2025 di Soehanna Hall, Jakarta Selatan, Kamis 20 Februari 2025. 

Baca Juga: Telisik kasus peserta CPNS skor tertinggi yang gugur seleksi gegara tinggi badan hingga tanggapan Kemenkumham soal tes kesehatan

"Tidak ada lagi subsidi kepada material, seperti bahan bakar (BBM) dan solar," imbuh Luhut.

Sebagai gantinya, Luhut mengusulkan agar subsidi bahan bakar diberikan langsung kepada penerima yang berhak, bukan lagi dalam bentuk subsidi harga saat masyarakat membeli pertalite dan biosolar. 

Ia juga mengklaim bahwa progres penghapusan subsidi BBM sedang berlangsung dan akan didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendata penerima subsidi.

"Subsidi (ke depan) diberikan untuk orang-orang yang memenuhi syarat. Saya pikir itu yang terbaik sehingga kita bisa menghemat miliaran dolar," klaim Luhut. 

Baca Juga: WNI yang meninggal dunia di Hongkong karena cuaca ekstrem dipulangkan ke Indonesia oleh Uya Kuya, akui setiap hari terima aduan serupa

"AI itu sangat indah. Jadi, Pertamina nanti bisa mengidentifikasi apakah mobil ini, (pelat) nomor ini, memenuhi syarat untuk menerima BBM jenis ini. (Kendaraan) ini memenuhi syarat, yang ini tidak, semacam itu. Menurut saya, itu akan berhasil," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X