WNI yang meninggal dunia di Hongkong karena cuaca ekstrem dipulangkan ke Indonesia oleh Uya Kuya, akui setiap hari terima aduan serupa

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 23 Februari 2025 | 21:09 WIB
Uya Kuya dan Astrid Kuya pulangkan WNI yang meninggal dunia di Hongkong (Instagram.com/amanatnasional)
Uya Kuya dan Astrid Kuya pulangkan WNI yang meninggal dunia di Hongkong (Instagram.com/amanatnasional)

GENMILENIAL.ID - Anggota DPR RI Komisi IX dari Partai Amanat Nasional (PAN), Uya Kuya, bersama istrinya, Astrid Kuya, turut membantu pemulangan jenazah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Amerika Serikat, Okie Cardinal.

Okie meninggal dunia secara mendadak saat sedang transit di Bandara Hong Kong.

Pada Jumat 21 Februari 2025, Uya Kuya dan Astrid hadir di ruang kargo jenazah di Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut kepulangan jenazah Okie. 

Astrid Kuya menjelaskan bahwa Okie bekerja di sebuah restoran di Arkansas, Amerika Serikat. 

Baca Juga: Susi Pudjiastuti diangkat jadi penasihat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini tugasnya

Namun, akibat cuaca ekstrem, kondisi kesehatannya memburuk, sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

"Namun ternyata almarhum tiba-tiba pingsan di Bandara Hong Kong dan dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia karena pneumonia," ujar Astrid dalam siaran persnya.

Koordinasi dan bantuan pemulangan

Keluarga Okie segera menghubungi Yuni, seorang aktivis pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong yang juga sahabat Astrid. 

Yuni kemudian mengoordinasikan jaringan PMI di berbagai negara untuk menggalang dana demi memulangkan jenazah ke kampung halamannya di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca Juga: 19 Kepala daerah bergelang merah tetap mengikuti retret, Kemendagri beri penjelasan ini

“Kita juga berkoordinasi dengan Muhammad Hatta yang sekaligus anggota DPR RI dari Fraksi PAN untuk dapil Jawa Tengah,” kata Astrid, yang juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta.

Biaya pemulangan jenazah dari Hong Kong ke Jakarta diperkirakan mencapai Rp102 juta, belum termasuk biaya administrasi di kargo Jakarta serta pemberangkatan jenazah ke Sukoharjo. 

Awalnya, keluarga almarhum berencana datang ke Jakarta untuk mengurus kepulangan jenazah, namun rencana tersebut terhambat akibat kecelakaan saat mengurus dokumen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X