Telisik kasus dugaan intimidasi Band Sukatani, Polri ungkap bakal transparan usut oknum polisi di Jateng usai lagu ‘Bayar’ ditarik dari peredaran

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 23 Februari 2025 | 22:13 WIB
Potret Gitaris Band Sukatani dengan nama panggung Alectroguy (Instagram.com/@sukatani.band)
Potret Gitaris Band Sukatani dengan nama panggung Alectroguy (Instagram.com/@sukatani.band)

GENMILENIAL.ID - Kasus dugaan intimidasi oknum polisi terhadap Band Sukatani yang mempopulerkan karya lagu 'Bayar Bayar Bayar' kini sedang hangat jadi perbincangan penggemar musik tanah air.

Personel Band Sukatani sempat mengunggah video klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf, pada Kamis, 20 Februari 2025.

Sebuah pernyataan yang menyita perhatian fansnya, karena selama ini dua anggota personel Band Sukatani itu selalu tampil memakai topeng.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang liriknya bayar polisi," tutur sang gitaris Band Sukatani melalui akun Instagram @sukatani.band, pada Kamis, 20 Februari 2025.

Baca Juga: Telisik kasus peserta CPNS skor tertinggi yang gugur seleksi gegara tinggi badan hingga tanggapan Kemenkumham soal tes kesehatan

"Yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial yang pernah saya upload ke platform Spotify," lanjutnya.

Terkini, Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Divpropam Polri) menanggapi viralnya video permintaan maaf dari band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah itu. Begini katanya:

1. Polri: Kami terbuka dengan kritik

Dalam kesempatan berbeda, Divpropam Polri menegaskan pihaknya terbuka atas segala jenis kritik dari warga RI.

Selain itu, Divpropam Polri juga menuturkan telah memahami kebebasan berekspresi termasuk lewat lagu 'Bayar Bayar Bayar'.

Baca Juga: WNI yang meninggal dunia di Hongkong karena cuaca ekstrem dipulangkan ke Indonesia oleh Uya Kuya, akui setiap hari terima aduan serupa

"Terkait dengan perbincangan hangat mengenai band Sukatani dan lagu 'Bayar Bayar Bayar', kami ingin menegaskan bahwa Polri selalu terbuka terhadap kritik yang membangun," tulis Divpropam Polri dalam cuitan akun X @Divpropam, pada Jumat, 21 Februari 2025.

"Kami memahami pentingnya kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokratis," tambahnya.

Cuitan X Divpropam Polri terkait kasus dugaan intimidasi karya lagu ‘Bayar’ yang dipopulerkan oleh Band Sukatani
Cuitan X Divpropam Polri terkait kasus dugaan intimidasi karya lagu ‘Bayar’ yang dipopulerkan oleh Band Sukatani (X.com/@Divpropam)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X