Pengurangan ini dilakukan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penurunan angka kemiskinan dari 25,22 juta orang pada Maret 2023 menjadi 24,54 juta orang pada Maret 2024.
Sebagai bagian dari strategi perbaikan distribusi bantuan, pemerintah menggunakan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Kementerian PPN/Bappenas.
Baca Juga: Ditemani keluarga, abu mendiang Barbie Hsu yang dikremasi di Jepang tiba di Taiwan
Fokus utama bantuan diberikan kepada keluarga dalam kelompok desil 1 dan 2, serta perempuan kepala keluarga yang miskin dan lansia tunggal.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan keseimbangan antara produksi dan konsumsi beras, sekaligus memastikan kesejahteraan petani dan masyarakat yang membutuhkan tetap terjaga.***
Artikel Terkait
Hadapi lonjakan harga beras, Pemerintah salurkan beras ke berbagai daerah
Polres Subang ungkap kasus pengoplosan Beras Bulog (SPHP), Pelaku diamankan ke Mapolres Subang
Presiden Joko Widodo pastikan stok beras untuk bulan Ramadhan aman dan melimpah
Harga beras melonjak, Pj Bupati Subang sentil BUMD Subang dan minta segera Satgas pangan agar duduk rapatkan cari solusi
Dihadapan Mentan dan Pj Gubernur Jabar, Dr. Imran jelaskan terkait potensi SDA Subang yang belum terkelola dengan baik, salah satunya inflasi beras
Menteri Bappenas: Program Makan Bergizi Gratis akan dorong permintaan baru hasil tani lokal
Kepala Bappenas: RPJMN targetkan nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026