Bantuan beras dihentikan di tengah munculnya berbagai isu pejabat pemerintahan, ini penyebabnya

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 8 Februari 2025 | 02:11 WIB
Pemerintah hentikan bantuan beras selama masa panen raya (Instagram.com/bumn_bna_rapi)
Pemerintah hentikan bantuan beras selama masa panen raya (Instagram.com/bumn_bna_rapi)

GENMILENIAL.ID - Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan beras bagi 16 juta masyarakat kurang mampu. 

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena anggaran sebesar Rp16,6 triliun akan dialihkan terlebih dahulu ke Perum Bulog guna menyerap tiga juta ton beras dari petani.

Kebijakan Pengalihan Anggaran untuk Stabilitas Harga Gabah

Menurut Arief, langkah ini bertujuan agar Bulog memiliki dana yang cukup untuk membeli gabah petani di awal musim panen. 

Baca Juga: Trump cetuskan relokasi ‘permanen’ warga Gaza: Ini kecaman dari penduduk Palestina hingga negara lain yang tolak keras ide Presiden AS

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menyerap hasil panen dalam negeri guna menjaga keseimbangan pasar. 

"Pemindahan anggaran ini memastikan Bulog memiliki kas yang cukup untuk melakukan penyerapan. Ini adalah perintah langsung Presiden," ujar Arief di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa 4 Februari 2025 kepada media.

Arief menambahkan bahwa penghentian sementara bantuan pangan beras dilakukan selama Januari dan Februari 2025 guna meningkatkan harga gabah petani. 

Jika beras bantuan terus disalurkan saat musim panen, dikhawatirkan akan menyebabkan harga gabah turun dan merugikan petani.

Baca Juga: Kisah warga Gaza yang tolak rencana relokasi AS: Meskipun rusak akibat perang, kami tetap bertahan

Keseimbangan pasar dan dampaknya terhadap petani

Arief menegaskan bahwa kebijakan ini tidak bersifat permanen, melainkan hanya sementara hingga kondisi pasar stabil. 

"Fokusnya sekarang adalah menyeimbangkan sektor hulu dan hilir agar petani tetap mendapatkan harga yang layak," jelasnya. 

Pemerintah ingin memastikan bahwa harga pembelian gabah petani setidaknya sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X