“Hal ini berpotensi membuka penyidikan terkait penyelundupan narkoba dan ini juga bisa melibatkan penyelundupan senjata,” imbuhnya.
“Kami tidak menutup kemungkinan bahwa penyelidikan lebih lanjut dapat dilakukan pada bagian lain yang terkait dengan pelanggaran yang berbeda,” tambah Saifuddin menjelaskan penyelidikan lanjutan lainnya.
Meski ada dugaan tentang narkoba atau senjata, ia menambahkan jika mungkin saja akan mengarah pada pelanggaran berbeda lainnya.
Penangkapan 1 WNI yang diduga sebagai transporter
Sebelumnya diberitakan jika aparat Malaysia telah melakukan penahanan terhadap satu orang WNI pada Sabtu, 1 Februari 2025 malam waktu setempat.
Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan mengonfirmasi kepada Harian Metro bahwa tersangka berusia 35 tahun.
Pria yang tak disebutkan identitasnya itu ditahan sekitar pukul 22:30 waktu setempat.
“Tersangka masuk ke Malaysia sebagai turis dan kami menahannya untuk membantu penyelidikan,” ujar Hussein.
Mengenai penangkapan tersebut, Saifuddin juga menjelaskan perannya sebagai pengangkut atau transporter.
“Polisi telah menangkap seorang pria yang berdasarkan pemeriksaan awal dipastikan berperan sebagai transporter,” ujar Saifuddin.
“Artinya dia bertanggung jawab memfasilitasi masuk dan keluarnya individu tanpa dokumen apa pun ke negara kita,” imbuhnya.
“Dia telah ditangkap dan penyelidikan awal menunjukkan bahwa dia terkait dengan kapal yang dikejar oleh APMM,” tambah Saifuddin.
Artikel Terkait
Penembakan pemilik rental mobil di rest area diduga sindikat penggelapan, ini 3 kasus penggelapan rental mobil fenomenal di Indonesia
Penembakan 5 WNI oleh polisi Malaysia, Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur jamin pendampingan hukum
Presiden Prabowo yakin Malaysia akan lakukan investigasi terkait penembakan 5 WNI, ungkap sudah dibicarakan dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim
Fakta baru, Malaysia telah menahan seorang WNI yang diduga terlibat dalam kasus penembakan 5 WNI di Selangor
Penyelidikan masih dilakukan, Kemenlu ungkap kondisi terbaru korban penembakan WNI di Malaysia asal Aceh
Kasus penembakan 5 WNI di Malaysia, PM Anwar Ibrahim: Indonesia adalah teman kami, tidak ada yang ditutup-tutupi
Update terbaru korban penembakan 5 WNI di Malaysia, korban jiwa bertambah, total 2 orang meninggal dunia