Setelah salju pertama sepanjang sejarah, kini Arab Saudi dihantam banjir bandang, waspada hingga 4 hari ke depan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 10 Januari 2025 | 01:49 WIB
Banjir yang terjadi di Arab Saudi (x.com/shsajib - x.com/irene_makarenko)
Banjir yang terjadi di Arab Saudi (x.com/shsajib - x.com/irene_makarenko)

GENMILENIAL.ID - Curah hujan yang tinggi membuat Arab Saudi mengalami banjir bandang.

Selain banjir bandang yang sudah terjadi di beberapa daerah, Arab Saudi juga harus waspada dengan kemungkinan perubahan cuaca ekstrim selama 4 hari.

Pengumuman yang dirilis pada Rabu, 8 Januari 2025 itu berlaku sejak hari tersebut hingga Minggu, 12 Januari 2025.

Ancaman hujan deras masih harus dihadapi, termasuk dengan angin kencang, petir, hingga kemungkinan hujan es.

Baca Juga: Patrick Kluivert resmi jadi pelatih anyar Garuda, media Vietnam sibuk nyinyir usai kepergian Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia

Mekah dan Madinah termasuk kota di Arab Saudi yang mengalami hujan lebat pada Rabu, 8 Januari 2025

Selain dua kota tersebut, banjir bandang juga terjadi di Jeddah, al-Baha, dan Provinsi Asir.

Mekah termasuk dalam kota yang mengalami banjir terparah, seperti pada foto dan video yang beredar di sosial media.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, namun otoritas setempat cukup kesulitan dalam penanganannya.

Baca Juga: 3 Kisah pilu korban sepeda motor yang terhantam bus dan truk dalam sepekan, terbaru ayah yang kehilangan istri-anak di Kota Batu

Mengingat area tersebut tidak biasa mengalami cuaca ekstrim seperti yang terjadi baru-baru ini.

Peringatan dari Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, Mekah dan Madinah merah

Terkait banjir yang terjadi, pihak terkait merilis peringatan sesuai dengan tingkat risiko tinggi di beberapa wilayah.

Dalam pengumuman tersebut, disebutkan untuk Mekah dan Madinah di bagian barat Arab Saudi dan di wilayah timur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Sumber: Arab News, m.economictimes.com, aa.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X