Kepala Bappenas: RPJMN targetkan nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Senin, 30 Desember 2024 | 23:57 WIB
Menteri Bappenas, Rachmat Pambudy saat beri sambutan pada acara Musrenbangnas RPJMN 2025-2029, di Jakarta, Senin 30 Desember 2024 (Youtube.com/Setpres)
Menteri Bappenas, Rachmat Pambudy saat beri sambutan pada acara Musrenbangnas RPJMN 2025-2029, di Jakarta, Senin 30 Desember 2024 (Youtube.com/Setpres)

GENMILENIAL.ID - Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengungkapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden, salah satunya adalah mengentaskan kemiskinan.

Untuk itu, visi Presiden RI Prabowo Subianto yang terangkum di dalam 'Asta Cita' kemudian dituangkan menjadi prioritas nasional RPJMN.

"Dan RPJMN ini menekankan pada penurunan tingkat kemiskinan menjadi 4,5 persen pada tahun 2029 dan kemiskinan ekstrem harus menjadi 0 persen pada tahun 2026," kata Kepala Bappenas di acara Musrenbangnas RPJMN 2025-2029 yang digelar di Bappenas RI, Senin 30 Desember 2024.

Baca Juga: Optimistis dengan perekonomian RI, Prabowo: Banyak yang tak yakin, kita buktikan

Sementara itu, dari sisi indeks modal manusia ditargetkan bisa mencapai angka 0,59 persen pada tahun 2029 dan pertumbuhan ekonomi menjadi 8 persen.

Pada kesempatan yang sama, Rachmat Pambudy juga menjelaskan sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia, di antaranya melalui perlindungan sosial terintegrasi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan istilah struktur dan layanan pendidikan hingga kesehatan.

"Strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia difokuskan pada pemberian makan bergizi yang sehat, penuntasan tuberkulosis, pembangunan sekolah unggul baru, layanan kesehatan terintegrasi, dan perbaikan kualitas dan kesejahteraan guru," sambung dia.

RPJMN ini, lanjut Kepala Bappenas, juga menegaskan delapan strategi dan sejumlah langkah kebijakan untuk mendorong ekonomi agar dapat tumbuh berkelanjutan menjadi 8 persen.

Baca Juga: Menteri Bappenas: Program makan bergizi gratis akan dorong permintaan baru hasil tani lokal

"Delapan strategi tersebut di antaranya adalah peningkatan produktivitas pertanian menuju swasembada pangan, industrialisasi dan hilirisasi, serta penerapan ekonomi hijau dan ekonomi biru," kata Rachmat

"Adapun langkah kebijakan yang dilakukan adalah deregulasi perizinan, kesinambungan fiskal yang didukung oleh Kementerian Keuangan, serta kebijakan moneter yang pro growth," tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa RPJMN merupakan indikator kinerja serta fokus pembangunan yang tergambar dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) lima tahun ke depan.

"PSN merupakan proyek prioritas terpilih yang berkontribusi signifikan dalam pencapaian sasaran RPJMN, 17 program prioritas, dan delapan program hasil terbaik cepat. Salah satu PSN yang berdampak luas adalah program makan bergizi," tegas Kepala Bappenas.

Baca Juga: Kelapa sawit RI strategis, Prabowo: Banyak negara takut tak dapat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X