2. Alasan Tom Lembong jadi tersangka belum jelas
Dalam kesempatan yang sama, Tom Lembong mengaku belum dijelaskan oleh pihak penyidik terkait alasan dirinya menjadi tersangka dan akhirnya ditahan dalam kasus impor gula Kemendag RI.
"Tidak dijelaskan apa masalahnya, yang disampaikan (penyidik) hanya sesuai keterangan tertulis atas hasil pemeriksaan dan atas keputusan rapat pimpinan," terangnya.
Tom Lembong pun menambahkan dirinya langsung ditetapkan sebagai tersangka dan disebut pihak penyidik akan segera ditahan.
"Saya ditetapkan sebagai tersangka dan bahwa saya akan segera ditahan," tandasnya.
3. Kejagung: Tom Lembong bukan saksi yang didengar keterangannya
Tim Perwakilan Kejagung, Zulkifli menerangkan Tom Lembong yang ditetapkan sebagai tersangka tidak berkapasitas untuk didengar keterangannya.
Terkait hal itu, Zulkifli mengklaim pihaknya memilih untuk tidak mengajukan pertanyaan kepada sang Mendag RI itu saat proses penyidikan.
"Sesuai dengan penjelasan yang mulai kemarin, bahwa Pak Tom Lembong dihadirkan dalam konteks bukan sebagai saksi," tegas Zulkifli dalam kesempatan yang sama.
"Oleh karena itu, kami tetap mengikuti perintah tersebut dan tidak mengajukan pertanyaan karena yang bersangkutan bukan saksi," tandasnya.***
Artikel Terkait
Mengintip rekam jejak Tom Lembong usai jadi tersangka kasus impor gula, ternyata pernah ngaku nyesel jadi Mendag di era Jokowi
Tom Lembong tuai sorotan usai jadi tersangka kasus impor gula, begini kedekatan sang mantan Mendag RI dengan Presiden Jokowi
Tom Lembong dibela Anies Baswedan usai jadi tersangka kasus impor gula Kemendag hingga tuai ragam reaksi warganet
Soal kongkalikong impor gula Tom Lembong, eks Mendag ini susul 5 Menteri era Jokowi yang terjerat korupsi
Menko Pangan RI kena semprot warganet usai skandal korupsi Tom Lembong, begini soal kebijakan impor yang bikin ketergantungan
Sepekan terakhir, ada 5 update kasus korupsi yang pernah menuai sorotan di Indonesia: Mulai dari Harvey Moeis hingga Tom Lembong
Rugikan negara Rp1,24 miliar, Polres Subang amankan 3 tersangka korupsi pengadaan 2 unit ambulance RSUD Subang, salah satunya PNS