Bukan hanya itu, kewajiban perusahaan platform juga untuk memberikan upaya terbaik dalam mendesain algoritma distribusi berita yang mendukung perwujudan jurnalisme berkualitas, sesuai dengan nilai demokrasi, kebhinekaan, dan peraturan perundang-undangan, serta bekerja sama dengan perusahaan pers.
"Ada enam kewajiban, komite kami berfokus pada kerja sama platform dan perusahaan pers serta program jurnalisme berkualitas. Mari bersama kita bangun jurnalisme berkualitas," ungkap Damar Juniarto.
Di lain pihak, Damar Juniarto juga mengungkap, Perpres Publisher Rights juga mempunyai keterbatasan terkait bagi hasil antar perusahaan pers dengan perusahaan platform digital.
“Perpres Publisher Rights juga mempunyai keterbatasan, yaitu bagi yang bisa melakukan kerja sama itu adalah perusahaan yang sudah terverifikasi, salah satunya terkait bagi hasil (sharing revenue),” katanya.
Di samping itu, Damar Juniarto juga menyebut pihaknya tidak memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi apabila terjadi sengketa. Namun, pihaknya dapat memberikan rekomendasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).
“Kami nggak bisa melarang itu, kami hanya bisa mendorong kerja sama antar perusahaan pers. Namun kami bisa memberi rekomendasi berdasarkan hasil pengamatan kami,” ungkapnya.
Bercermin dari hal itu, Pakar Ahli Kementerian RI Komite Publisher Rights itu mengajak media-media yang tergabung di JPP untuk membangun semangat gotong royong agar dapat mencapai jurnalisme berkualitas dan menjadi media arus utama (terverifikasi) di tanah air.
“Kita harus terus berkomunikasi, semangat ini perlu kita bangun bersama karena menjadi hal yang mendasar agar tercapai cita-cita jurnalisme berkualitas, terlebih bagi mitra-mitra di Promedia bisa jadi media arus utama (terverifikasi) di Indonesia.” pungkasnya.
Artikel Terkait
Peringati HPN 2023, Kominfo dorong Dewan Pers untuk siapkan peta jalan jurnalisme digital
Mengenal Jurnalisme sastrawi, menggali keindahan bahasa dalam pemberitaan
Jurnalisme sastrawi, memadukan kesenian dan informasi untuk menjangkau pembaca dengan cara baru
Reza Ferdian, Kasi Intel Kejari Subang baru, selain muda lelaki asal Surabaya ini juga ramah dan bersahabat dengan wartawan
Era informasi terus berkembang, Aliansi Wartawan Subang gelar workshop peningkatan kompetensi jurnalis, diikuti puluhan anggota
Mengungkap ragam gaya jurnalistik, apa perbedaan penulisan straight news dan jurnalisme sastrawi?
Jaga netralitas dan marwah organisasi, Aliansi Wartawan Subang dibekukan selama masa Pilkada 2024 berlangsung