Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pj. Gubernur Jabar ingin ada terobosan inovasi dalam upaya jaga lingkungan, tidak hanya sekadar seremonial

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 20 Juni 2024 | 20:52 WIB
Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin berikan sambutan pada acara Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 di Taman Ikon Sektor 8 Citarum, Kabupaten Bandung pada Kamis, 20 Juni 2024
Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin berikan sambutan pada acara Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 di Taman Ikon Sektor 8 Citarum, Kabupaten Bandung pada Kamis, 20 Juni 2024

GENMILENIAL.ID - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan bahwa dirinya menginginkan adanya pemulihan lingkungan dengan cara yang tidak biasa atau dengan melakukan inovasi.

Ia juga menegaskan bahwa memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan hanya sekedar agenda rutin setiap tahunya tanpa ada sebuah terobosan dalam menghadapi ancaman perubahan iklim (suhu ekstrim). 

Hal tersebut disampaikan oleh Pj. Gubernur Jabar saat dirinya memberikan sambutan pada acara Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024 di Taman Ikon Sektor 8 Citarum, Kabupaten Bandung pada Kamis, 20 Juni 2024.

"Intinya kami ingin kita semua menjaga lingkungan dengan cara yang tidak biasa (inovasi) karena kita ketahui bahwa ancaman perubahan iklim (suhu ekstrem) akan terjadi tahun ini," kata Bey Machmudin.

Baca Juga: Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu mendapatkan penghargaan Juara 2 Fungsi Keuangan dari Kapolda Jawa Barat

Pj. Gubernur Jabar juga mendorong semua elemen masyarakat agar mengubah perilaku dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai.

"Seberapa canggih alat pengelola sampah, jika masyarakat tidak mengubah pola pikir dan perilaku dalam membuang sampah itu akan percuma semua," kata Bey.

"Keinginan membuang sampah sembarangan itu selalu ada jika tidak memulai dari diri kita sendiri," tambahnya.

Bey juga menyebutkan contoh bahwa sampah yang muncul di kawasan Jembatan BBS, Kabupaten Bandung Barat merupakan sampah lama yang naik ke permukaan.

Baca Juga: Sinopsis film Atlas, Jennifer Lopez memimpin perjuangan melawan kecerdasan buatan yang mematikan

"Jadi artinya pola pikir dan perilaku yang salah itu sudah lama terjadi dan kita harus mulai (mengubah) sekarang. Kita jadikan momentum pada peringatan ini sebagai perubahan perilaku kita semua, termasuk terus mengedukasi masyarakat," ujarnya.

Dalam upaya untuk melakukan edukasi kepada masyarakat, Pj. Gubernur Jawa Barat akan memberikan blok dengan jaring di setiap desa yang berada dekat dengan aliran Sungai Citarum.

"Untuk meminimalkan itu tadi ada usulan, jika anggaran cukup per desa akan dijaring dan kita blok dengan jaring. Jadi ketahuan siapa yang membuang sampah," terangnya.

Lanjut Bey, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui desa mana yang masih memiliki perilaku buruk membuang sampah ke sungai sehingga pihaknya dapat mengetahui desa mana yang perlu edukasi dan peringatan terlebih dahulu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X